Yayasan Asih Putera
Image

Kecanggilan Teknologi Bergantung pada Manusia

    •  
    • Oleh: Fathiya Ilma Shabrina

  • Kemajuan era digital dan teknologi sekarang ini, memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Mayoritas dari kita berpikiran bahwa teknologi merupakan jawaban atau solusi dari segala masalah yang kita hadapi. Namun, apakah kita sebenarnya paham apa makna dari teknologi?

    “Teknologi” berasal dari bahasa Yunani, “technologia”. Adapun techno artinya ‘keahlian’, sedangkan logia artinya ‘pengetahuan’. Dikutip dari Encyclopedia Britannica (2015), “Teknologi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah untuk tujuan praktis dalam kehidupan manusia atau pada perubahan dan manipulasi lingkungan manusia”. Jadi, teknologi memang diciptakan dan dikembangkan untuk mempermudah kelangsungan hidup manusia. Perkembangan teknologi juga merupakan dasar untuk sebuah negara dikatakan sebagai negara “maju”. Seperti contohnya Singapura, Jepang, Korea Selatan, dsb., kemajuan teknologi yang pesat pada negara-negara tersebut menaikkan pendapatan perkapita negara, juga tingkat pendidikan dan ekonomi secara keseluruhan yang ada pada negara tersebut. Namun, seperti yang dikatakan WANTIKNAS (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) bahwa teknologi itu sendiri memberikan beberapa keuntungan juga kerugian bagi keberlangsungan makhluk hidup dan lingkungannya. 

    Kelebihan atau keuntungan teknologi, yang sudah banyak dari kita merasakannya sendiri, yaitu antara lain, mempermudah pekerjaan manusia, menjaga keamanan manusia, mempermudah dan mempercepat komunikasi, memudahkan akses informasi, meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat, mempersingkat waktu serta memangkas biaya pengeluaran, dll. Teknologi yang kita bahas di sini, bukan semata hanya teknologi yang bersifat digital atau yang selalu berkaitan dengan internet. Tapi juga, teknologi kovensional, contohnya petani ketika membajak sawah. Dahulu sekali, para petani membajak sawah dengan menggunakan tenaga manusia. Kemudian berevolusi ke tenaga hewan, seperti kerbau atau sapi. Lalu, karena semakin berkembangnya kekreatifan dan kecanggihan teknologi, manusia kemudian menciptakan traktor. Traktor digunakan para petani untuk membajak sawah, mengurangi tenaga yang harus dikeluarkan para petani. Bukan hanya traktor, manusia juga menciptakan alat-alat pertanian lainnya seperti mesin penggiling padi, penanam padi, penabur pupuk, dan masih banyak lagi. Itu masih hanya dalam satu bidang, apalagi dalam bidang kehidupan lainnya?

    Contoh lainnya adalah elevator, atau yang lebih sering dikenal dengan istilah ‘lift’. Sekarang ini, manusia juga menciptakan gedung-gedung pencakar langit dengan belasan sampai puluhan lantai ke atas. Hal ini mempunyai keuntungan lain yaitu mengurangi penggunaan lahan tanah ke samping. Namun, coba kita bayangkan, sanggupkah kita atau para pekerja di gedung tersebut menaiki dan menuruni tangga berpuluh-puluh lantai setiap harinya? Kalau kita menggunakan logika, tentu bisa. Namun, hal tersebut akan menguras lebih banyak energi dan waktu yang kita miliki. Membuat hasil kerja kita menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Dengan itulah, manusia kemudian berinovasi, menciptakan alat yang dinamakan dengan elevator atau lift. 

    Ada juga teknologi lain yang dinamakan eskalator. Eskalator berbentuk lebih seperti tangga namun bergerak sendiri menggunakan mesin, sehingga kita hanya perlu diam dan menunggu eskalator bergerak sampai ujung.  Kedua teknologi canggih ini sama-sama mempermudah manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang ingin dituju, sehingga mengurangi tenaga yang dikeluarkan juga waktu yang dibutuhkan manusia. Sama dengan kendaraan seperti mobil dan motor.

    Perusahaan mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corps., baru-baru ini mengeluarkan produk terbarunya yang sangat canggih yaitu “Toyota LQ”. Toyota LQ merupakan mobil listrik canggih yang bukan hanya dapat mengemudi automatis, namun juga dapat menciptakan hubungan dengan pengemudinya. Mobil ini menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau lebih dikenal dengan istilah robot, bernama “YUI”. Membuat mobil ini dapat berkemudi sendiri, namun juga dapat berinteraksi dengan sang pengemudi dan para penumpang lainnya sehingga menciptakan perasaan emosional, yang memastikan keamanan dan kenyamanan semua penumpang di dalam mobil. Mengutip dari Liputan6, “Toyota LQ merupakan konsep turunan dari Toyota Concept-i yang dikembangkan dengan konsep “Learn, Grow, Love”, yang memungkinkan pengguna dan mobil dapat berinteraksi lewat suara demi menjaga suasana kabin agar sesuai dengan mood pengemudi. Kode nama LQ sendiri, berasal dari singkatan L yang artinya Love atau cinta, lalu Q dari kata Cue yang berarti isyarat atau keadaan hati”.

    Namun, apabila kita perhatikan kembali, kecanggihan dari teknologi-teknologi tersebut juga tak sedikit membuat mayoritas manusia menjadi malas. Kebanyakan dari kita akan lebih mengandalkan teknologi-teknologi canggih tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalah kehidupan kita sehari-hari. Dikutip dari perkataan Albert Einstein, seorang ilmuwan ternama di dunia, ia berkata, “Sangat jelas bahwa teknologi kita telah melampaui kemanusiaan kita”.

    Dunia kita jadi seperti semakin terikat dengan kecanggihan dan keberadaan teknologi. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi telah membantu banyak sekali persoalan kehidupan manusia, dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita harus senantiasa bersyukur kepada-Nya yang telah memberikan kita akal untuk bisa menciptakan teknologi-teknologi canggih yang membantu kehidupan kita. Tetapi kita inilah manusia, makhluk homo sapiens yang memiliki hawa nafsu dan hasrat untuk selalu terus berkembang, menggali segala kemungkinan dan keuntungan yang dapat diraih dari hampir segala hal yang telah disediakan Tuhan di muka bumi ini. Hal tersebut tidak menutupi kemungkinan bahwa mungkin dua puluh atau tiga puluh tahun kedepan, seluruh sumber daya alam atau SDA di muka bumi ini akan habis.

    Sebenarnya, selain akan habisnya ketersediaan sumber daya alam, teknologi juga mempunyai beberapa kekurangan yang sudah bisa terlihat oleh kita sekarang. Antara lain; munculnya sikap individualisme, penyalahgunaan penyebaran informasi dan komunikasi, manusia menjadi malas beraktivitas, komunikasi menjadi terasa lebih hampa, dsb.  Benar sekali bahwa kemajuan teknologi pada kehidupan sehari-hari memudahkan kita dalam menggali informasi mengenai suatu hal, juga menjaga komunikasi terhadap orang lain. Namun, tak sedikit ada orang yang menyalah gunakan kecanggihan teknologi untuk melakukan tindakan-tindakan berbau kriminal. Contohnya seperti korupsi. Sekarang ini, banyak sekali berita-berita mengenai korupsi yang dilakukan oleh para pejabat maupun masyarakat lainnya. Mereka dengan sangat mudah menggelapkan uang perusahaan atau yang bukan miliknya dengan bantuan dari teknologi. Mereka bisa mengotak-atik sistem data keuangan perusahaan tanpa diketahui siapapun.

    Contoh lainnya yaitu para peretas atau biasa dikenal dengan istilah hackers. Sebenarnya, istilah peretas sendiri bukanlah kata yang menuju pada hal negatif. Menurut Wikipedia, “Seorang Peretas adalah ahli komputer yang terampil yang menggunakan pengetahuan teknis mereka untuk mengatasi masalah”.  Ada sebagian kelompok orang yang menyalah gunakan kemampuan tersebut untuk hal yang tidak benar. Seperti, mengganggu privasi pengguna internet lainnya, menjual data-data penting yang bersifat rahasia kepada organisasi gelap, dsb. Namun, di mana ada penjahat, pasti ada pahlawan.

    Kemampuan meretas juga digunakan oleh sebagian kelompok orang lainnya yang bertanggung jawab seperti intel kepolisian dan militer. Mereka diibaratkan sebagai mata dan telinga lembaga tersebut. Mereka bertugas untuk mencari informasi. Biasanya, para petugas akan melakukan penyamaran untuk mengelabui para target. Menurut situs resmi Polres Cimahi, “Sat Intelkam atau Satuan Intelejen dan Keamanan, bertugas menyelenggarakan atau membina fungsi intelejen bidang Keamanan, termasuk persandian dan pemberi pelayanan dalam bentuk surat izin atau keterangan yang menyangkut orang asing, senjata api dan bahan peledak, kegiatan sosial/politik masyarakat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kepada warga masyarakat yang membutuhkan, serta melakukan pengawasan atau pengamanan dalam pelaksanaannya”.

    Hal-hal di atas memberikan kita pengetahuan bahwa kecanggihan serta kemajuan teknologi, selain mempunyai dampak positif yaitu mempermudah kegiatan manusia, juga mempunyai dampak negatif. Ada beberapa kutipan dari tokoh-tokoh dunia seperti R. Buckminster Fuller, seorang penemu dan penulis, beliau berkata, “Umat manusia memperoleh semua teknologi yang tepat untuk semua alasan yang salah”. Juga kata Douglas Adams, seorang penulis asal Inggris, “Teknologi adalah kata yang menjelaskan sesuatu yang belum berfungsi”. 

    Jadi betapapun canggihnya teknologi, pada dasarnya dia hanyalah benda mati yang tidak akan berfungsi kecuali ada orang di baliknya yang mempekerjakannya. Dan apakah teknologi tersebut akan membantu manusia atau justru menghancurkan manusia, itu semua bergantung pada pengguna atau ‘otak’ yang menjalankan teknologi tersebut. Tere Liye pernah berkata, beliau mengibaratkan, “Jika dipetik oleh orang yang penuh ambisi, bunga matahari itu memberikan kekuasaan, senjata. Namun, jika dipetik oleh orang yang penuh rasa ingin tahu, bunga matahari akan memberi pengetahuan, teknologi, dan ilmu baru”. 

    Jadi, bijaklah kita dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, demi dunia yang selalu positif dan terjaga. ***

     

    Fathiya Ilma Shabrina, adalah siswa MA Multiteknik Asih Putera Kelas X IPA 1

    Juara 2 Lomba Essay Tingkat Nasional “TRANSPORTASI MANAGEMENT CREATIVE NATIONAL COMPETITION”

    Yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Logistik (STIMLOG), PT. Pos Indonesia pada bulan Agustus 2021.