Yayasan Asih Putera
Image

Mindful Parenting

  • Pengajian Rutin Bulanan POM MI Asih Putera

Oleh: Ustadzah Hj. Ike Hikmawati, M.Pd.


Setiap orang adalah bagian dari keluarga. Pola asuh dan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orangtua, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dari prinsip inilah lahir Mindful Parenting.

Mindful parenting adalah proses pengasuhan yang dilakukan oleh orangtua dengan kesadaran penuh dalam memberikan perhatian dan tidak memberikan penilaian negatif terhadap perilaku anak.

Artinya, orangtua harus memberikan perhatian lebih dengan cara menerima dan tidak menghakimi anak. Ini merupakan cara yang baik untuk mengontrol diri saat memilih respons terhadap anak, dibandingkan dengan emosi dan amarah yang meledak-ledak.

Prinsip-prinsip Mindful Parenting sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, yang dikenal dengan istilah  tarbiyatul aulad (pendidikan anak). Kebersamaan dengan keluarga adalah sumber kebahagiaan kita. Keluarga adalah syurga untuk kita, harus tertanam dalam mindset anak-anak kita bahwa keluarga adalah syurga.  Bahagia itu akan menularkan aura positif, dalam segala perilaku anak-anak kita.

 Ada 5 dimensi dalam Mindful Parenting yang harus kita pahami, yaitu:

 1.     Mendengarkan

Mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati. Ini harus menjadi dasar pola parenting kita. Kita harus lebih banyak mendengar dari pada bicara. Dalam arti, ketika anak berbicara, kita harus mendengar dengan penuh perhatian dan ketika kita berbicara juga betul-betul kita menghadirkan diri kita sehingga kita terkonsentrasi dan sadar bahwa diri kita di hadapannya. Sehingga, kita dapat memperhatikan wajahnya, mendengarkan intonasinya, dan melihat mimiknya. Sehingga kita paham apa yang sedang terjadi dengan anak kita.

Jadilah pendengar yang baik, sehingga mereka akan merasa diterima, jangan hanya dekat tapi harus lekat. Artinya dimanapun mereka berada selalu ingat kita dan merasa diawasi oleh kita. Untuk didengarkan, dipercaya, dihargai dan selalu merasa bahwa kita selalu ada untuk mereka.

 2.   Tidak Menghakimi

Berusaha untuk tidak memberikan label pada anak kita.  Anak akan melakukan apa yang dilabelkan pada mereka. Berikan label yang terbaik, tanpa harus terlalu menuntut sebuah kesempurnaan dari mereka. Artinya, kita tidak perlu selalu melihat sisi yang kurangnya tapi lihat sisi baiknya mereka. Semua anak itu istimewa. Jangan membandingkan anak dengan yang lain, karena tidak bijaksana. Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan.

 3.  Pengendalian Diri

Setiap saat kita sadar bahwa jika sesuatu masalah terjadi, tidak ada gunanya diselesaikan dengan emosi. Teladan kesadaran emosional adalah kunci untuk mengajar anak melakukan hal yang sama. Selalu ada emosi yang mempengaruhi situasi. Misalnya bila anak sedang marah, terima bahwa anak marah dan tanyakan sebabnya. Bila ia sedang senang, kita juga perlu menanyakan perasaannya dan apa yang membuatnya senang. Inilah yang membuat kita dan anak-anak sadar tentang emosi satu sama lain.

 4.  Adil dan Bijaksana

Orang tua diajak untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak, bukan apa yang diinginkan. Ketika kita mengikuti semua yang diinginkan anak, maka tidak akan selesai dan tidak dapat mendidik mereka. Namun, kita dapat memutuskan secara adil dan bijaksana apa yang dibutuhkan, mana yang boleh dan mana yang tidak untuk diberikan.

 5.  Kasih Sayang

Ketika kita menunjukkan kasih sayang, anak akan lebih melihat hak hidupnya sehingga dapat lebih menghargai orang lain. Kita mungkin tidak suka dengan tindakan atau cara berpikir anak, tetapi pola asuh yang penuh dengan perhatian ini akan mendorong orang tua untuk lebih memiliki belas kasih. Sebab semuanya melibatkan empati dan pengertian atas posisi anak pada saat itu.

Kesimpulannya adalah, cintai anak-anak dengan tulus dan penuhi janjimu pada mereka. Ingatlah kisah anak kecil yang dimarahi bapaknya karena mengompol saat digendong Rasulullah. Baju kotor bisa dicuci, tapi hati anak yang terluka tidak akan mudah disembuhkan.*** (erg)

 

Disarikan dari ceramah umum yang diberikan oleh Ustadzah Hj. Ike Hikmawati, M.Pd. pada acara Pengajian Rutin Bulanan, Persatuan Orangtua Murid (POM) MI Asih Putera, di Masjid Asih Putera, 18 November 2021.

 

#ppdbmadrasahasihputera

#mendidiksepenuhhati

#generasisahabatbumi

#madrasahecoshool