Yayasan Asih Putera
Image

Mitigasi Bencana, Sebuah Antisipasi

Oleh: Ceuceu Gumilang

Berdomisili di Kota Cimahi, tepatnya di Kecamatan Cimahi Utara yang berjarak hanya sekitar 3 km dari lintasan sesar Lembang, maka kita dituntut untuk selalu waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana  alam gempa bumi.

 

Di Cimahi wilayah utara yang berdekatan dengan jalur lintasan Sesar Lembang, identik dengan kawasan pegunungan bebatuan. Sementara wilayah selatan karena daerahnya lebih rendah teksturnya adalah cekungan bekas danau. Cimahi termasuk zona merah, sangat riskan jika terjadi gempa akibat Sesar Lembang. 

Untuk itu, belum lama ini MA Multiteknik Asih Putera bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unjani Cimahi, telah melaksanakan sosialiasi mitigasi bencana, pada tanggal 26 Agustus 2022. Ini adalah sebuah langkah antisipasi yang juga bersifat edukasi, agar para siswa memiliki kepekaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana dan tahu bagaimana harus bersikap ketika bencana itu terjadi.

 

Pengertian Mitigasi Bencana

Mitigasi bencana merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana, baik itu bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya dalam suatu negara atau masyarakat.

Setidaknya, ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana, diantaranya adalah tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap kategori bencana, sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari serta cara penyelamatan diri jika bencana terjadi sewaktu-waktu dan pengaturan, dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.

 

Tujuan Mitigasi Bencana

Tujuan dari mitigasi sendiri adalah mengurangi kerugian pada saat terjadinya bahaya di masa mendatang, mengurangi risiko kematian dan cedera terhadap penduduk, mencakup pengurangan kerusakan dan kerugian-kerugian ekonomi yang ditimbulkan terhadap infrastruktur sektor publik.

Selain untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, mitigasi bencana juga bisa menjadi landasan untuk perencanaan pembangunan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana.

Mengingat kita berada di daerah rawan gempa, penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, pada saat dan sesudah terjadinya gempa bumi.

 

Pada acara sosialisasi mitigasi bencana tersebut, para siswa selain diberikan paparan secara teori terkait bagaimana harus bersikap sebelum, saat terjadi dan setelah terjadi bencana gempa bumi, juga ditunjukkan bagaimana cara penyelamatan korban gempa dan diminta untuk melakukan simulasi operasi penyelamatan terhadap korban.

Sungguh sebuah program yang sangat bermanfaat, mengingat bencana bisa datang kapan saja dan terjadi di mana saja. Sikap waspada dan berhati-hati itu sangat penting, namun di luar itu semua, doa kita kepada Yang Maha Kuasa, agar dihindarkan dari segala musibah adalah yang utama.*