Yayasan Asih Putera
Image

Pendidikan Sebagai Salah Satu Faktor Terpenting Kehidupan

  • Penulis: Fathiya Ilma Shabrina 
  • Siswa Kelas X IPA 1 MA Multiteknik Asih Putera
  • (Juara 1 Lomba Menulis Essay Dies Natalis ke-20 STAI Al Musdariyah Cimahi)

           Setiap orang pasti punya cita-cita atau tujuan hidup. Sebagai seorang manusia, kita pasti mempunyai suatu hal yang dinamakan dengan cita-cita, atau tujuan hidup. Entah itu berkaitan dengan profesi, mengunjungi suatu sebuah tempat yang istimewa ingin dikunjungi, ataupun dengan cita-cita untuk meraih kesuksesan hidup secara menyeluruh.

  • Selama masa sekolah, sejak mulai dari TK, taman kanak-kanak, SD, SMP, bahkan SMA, pasti akan selalu timbul pertanyaan, “Apa cita-citamu?” 

    Sebagai seorang muslim orang Islam, kita tentu mempercayai adanya kehidupan dunia dan akhirat, percaya tentang adanya surga dan neraka. Cita-cita terbesar bagi setiap seorang muslim sebagai wujud keimanannya adalah memasuki surga-Nya.

    Untuk meraih cita-cita yang sangat kita dambakan, tentunya dibutuhkan sebuah perjuangan serta usaha yang sungguh-sungguh. Dengan memiliki cita-cita atau tujuan hidup, hidup kita akan lebih terarah. Ke mana kita akan pergi, untuk siapa kita berjuang, sehingga waktu yang kita habiskan akan lebih bermanfaat, dan kehidupan kita menjadi lebih tertata.

    Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam mencapai cita-cita. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin menambah peluang baginya untuk meraih  kesuksesan. tingkat presentase kesuksesan dalam hidupnya. Tentunya, hal tersebut bergantung pada bagaimana orang tersebut memanfaatkan ilmu-ilmu yang dia miliki.

    Coba kita pikirkan baik-baik, apa makna kesuksesan yang sebenarnya menurut pandangan kita? Mungkin beberapa dari kita berpikir bahwa kesuksesan selalu berkaitan dengan materi, berapa pemasukan kita, tabungan yang kita simpan, mobil, rumah, tanah, dsb. Menurut pandangan saya, kesuksesan adalah saat diri kita sudah mencapai titik ‘ketenangan’. Ketenangan dalam artian sudah tidak perlu lagi memikirkan urusan-urusan di dunia ini yang hanya bersifat sementara. Namun lebih kepada mempersiapkan bekal untuk dibawa ke akhirat nanti. Saat kita berada di fase di mana dunia ini bukanlah sesuatu yang kita kejar lagi dan surga-Nya menjadi tujuan utama kita, menurut saya itulah arti kesuksesan.

     Tawakal adalah salah satu kunci kesuksesan, bersandar kepada Yang Maha Memiliki. Seluruh dunia ini dan seisinya, semuanya milik Tuhan. Semua kekayaan serta kemewahan di dunia ini merupakan amanah dari Tuhan. Tinggal bagaimana kita menjaga dan memanfaatkan amanah ini tersebut dengan sebaik-baiknya.

    Tawakal tentu merupakan salah satu kunci terpenting untuk meraih kesuksesan, tetapi apalah jadinya tawakal tanpa usaha yang sungguh-sungguh dari kita juga. Ingat, tidak ada yang instan di dunia ini. Dalam Al-Quran Surat Ar-Ra’d ayat 11, Allah berfirman, yang artinya, “…Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” Ayat tersebut menjelaskan bahwa bersama dengan doa dan tawakal, juga dibutuhkan ikhtiar dari kita untuk meraih tujuan yang kita inginkan.

     Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat kita lakukan adalah dengan melalui pendidikan. Dengan meningkatkan pendidikan, artinya kita juga menambah ilmu dan wawasan yang kita miliki. Ilmu dan wawasan yang luas mematangkan otak kita dalam merencakan sesuatu, berpikir, serta bagaimana kita akan bertindak ketika dihadapkan dengan berbagai macam masalah atau hal-hal yang di luar dugaan.

    Mulai dari menjadi seorang pengusaha, guru, dokter, pilot, pemadam kebakaran, polisi, pengacara, menteri, ustadz, bahkan supir truk sekalipun, semuanya membutuhkan ilmu pengetahuan pada bidangnya masing-masing.

    Ilmu tak hanya didapatkan dari sekolah formal, namun dalam kehidupan kita sehari-hari juga terdapat banyak sekali ilmu-ilmu pengetahuan dan pelajaran yang dapat kita ambil.

    Pendidikan kita di jenjang sekolah dari mulai TK, SD, SMP, SMA, sampai kuliah perguruan tinggi, tentunya berbeda. Tingkatan kesulitan pada tiap jenjang berbeda, semakin tinggi cenderung semakin sulit. Namun, ilmu-ilmu yang kita dapatkan selama masa persekolahan ini dapat dibilang hanya berupa teori dasarnya saja. Penerapan yang sebenarnya adalah ketika kita sudah terjun ke dunia ‘asli’. Dunia di mana kita dipaksa untuk keluar dari zona nyaman kita dan berusaha menyesuaikan diri dalam keberagaman budaya dan kebiasaan masyarakat.

    Ilmu yang kita punya seharusnya dapat menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Percuma saja jika ilmu yang kita dapatkan setelah belajar bertahun-tahun di jenjang sekolah tidak bermanfaat bagi siapapun. Seperti sabda Rasulullah SAW yaitu, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

    Ketika kita sudah menentukan cita-cita dalam hidup kita, ke arah mana kita akan terus berjalan, maka pendidikan akan otomatis menjadi faktor penting dalam meraih cita-cita tersebut. Misalnya, kita bercita-cita ingin kuliah di luar negeri yang tentunya memiliki bahasa serta kebudayaan yang berbeda dari negara kita. Maka kita harus mempunyai pengetahuan serta pemahaman tentang bahasa serta budaya mereka, dan bukan hanya pengetahuan mengenai negara tersebut, melainkan juga mengenai pendidikan perkuliahan yang akan kita jalani di sana.

    Contoh lain, menjadi seorang pengusaha. Menjadi seorang pengusaha tentu membutuhkan ilmu-ilmu dalam bidang marketing, bisnis, saham, untung rugi, dan lain sebagainya. Pelajaran-pelajaran ini sebenarnya sudah mulai dipelajari dari sejak kita belajar matematika di tingkat SD. Kemudian lanjut ke tingkat SMP, lalu bertambahnya pelajaran ekonomi yang lebih bersifat terperinci pada tingkat SMA. Setelah itu naik lagi ke tingkat yang lebih tinggi yaitu jenjang perkuliahan. Di jenjang perkuliahan, pelajaran yang didapat akan bersifat lebih khusus, sesuai dengan jurusan yang diambil. Dengan ilmu-ilmu yang dipelajari tersebut, seorang pengusaha menjadi dapat merencanakan juga mengantisipasi kelancaran bisnisnya. Pemikirannya akan menjadi lebih matang dan dia akan lebih handal dalam menangani berbagai macam permasalahan yang dia hadapi.

    Begitupun juga dengan profesi dokter, seorang dokter bila tidak mempunyai ilmu yang memadai maka dapat membahayakan kesehatan, bahkan nyawa pasiennya. Tak jarang sekarang diberitakan banyak terjadi kasus-kasus mal-praktek yang dilakukan ‘dokter’, bahkan ada yang sampai merenggut nyawa pasien. Tingkat pentingnya pendidikan bagi seorang dokter adalah nomor satu, begitu juga pada profesi lainnya. Untuk menjadi seorang dokter umum saja, dibutuhkan pendidikan kuliah antara 4-6 tahun. Jika ingin menjadi dokter spesialis, maka dibutuhkan pendidikan kurang lebih 12 tahun perkuliahan. Hal tersebut terjadi karena untuk menjadi dokter harus menguasai mencakup berbagai macam permasalahan dalam dunia kesehatan. Menjadi seorang dokter diperlukan rasa tanggung jawab yang besar dan ilmu yang tinggi, karena pekerjaan ini menyangkut pada kesehatan dan keselamatan manusia, bahkan nyawa mereka.

    Profesi menjadi supir truk juga membutuhkan ilmu pengetahuan. Tidak sembarang orang dapat menjadi supir truk, dibutuhkan orang-orang yang handal dan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi. Walaupun menjadi supir truk tidak harus belajar biologi, kimia, sejarah, dsb., namun menjadi supir truk dibutuhkan kehati-hatian dan ketelitian ekstra, juga keahlian dalam memperkirakan hal-hal yang akan terjadi. Bayangkan, menjadi seorang supir truk berarti menjadi pengendali truk tersebut. Truk yang mempunyai tinggi lebih dari dua meter dan panjangnya yang bahkan ada yang melebihi lima meter. Dengan panjang dan tinggi tersebut, tentu banyak titik yang tidak dapat dilihat jika hanya melalui kaca spion. Jika  seorang supir truk tidak berhati-hati dan teliti, juga salah menghitung perkiraan, maka bisa saja membahayakan keselamatan dia dan juga pengendara lain, seperti menyenggol kendaraan lain, atau menabrak pembatas jalan saat hendak berputar arah, dsb.

    Dari contoh-contoh di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pendidikan itu penting guna mempertahankan hidup dan kelestarian manusia. Pendidikan bukan hanya berasal dari institusi pembelajaran, tetapi juga dari kehidupan sehari-hari yang kita jalani.

    Walaupun kita sering merasa meraih pendidikan tinggi itu berat, namun kita harus tanamkan kepecayaan bahwa segala usaha dan kerja keras yang kita lakukan sekarang akan berbuah manis ke depannya. Ingat nasihat dari Imam Syafi’i, “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan”.

    Pendidikan sangat penting demi meraih cita-cita kita, juga cita-cita keluarga kita, dan bangsa kita, dan bahkan bagi seluruh dunia. Pendidikan adalah kunci untuk melakukan perubahan. Seperti nasehat bijak yang disampaikan oleh Nelson Mandela, "Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia."

    ***

    Sumber:

    ·         https://www.republika.co.id/berita/ql9d6h320/10-muslim-terbaik-menurut-rasulullah-saw-kita-termasuk

    ·         https://www.merdeka.com/quran/ar-rad/ayat-11#:~:text=QS.%20Ar%2DRa'd%20Ayat%2011&text=Sesungguhnya%20Allah%20tidak%20akan%20mengubah,mengubah%20keadaan%20diri%20mereka%20sendiri.

    ·         https://www.bola.com/ragam/read/4543185/50-kata-kata-mutiara-bijak-pentingnya-pendidikan-bekal-untuk-masa-depan#:~:text=%22Tujuan%20utama%20pendidikan%20bukanlah%20pengetahuan,adalah%20tujuan%20utama%20sebuah%20pendidikan.%22&text=10.%20%22Mendidik%20pikiran%20tanpa%20mendidik,hati%20bukanlah%20pendidikan%20sama%20sekali.%22

    ·         https://islamsantun.org/opini/nasehat-imam-syafii-kepada-para-penuntut-ilmu/#:~:text=%E2%80%9CBarang%20siapa%20yang%20tidak%20mampu,harus%20mampu%20menahan%20perihnya%20kebodohan%E2%80%9D.

    ·         https://maukuliah.id/blog/perjalanan-panjang-menjadi-seorang-dokter-butuh-berapa-lama-sih/#:~:text=Setelah%20dihitung%2Dhitung%2C%20agar%20menjadi,waktu%20yang%20sangat%20lama%20ya!