Yayasan Asih Putera
Image

Sempurnakanlah niat, maka Allah akan sempurnakan pertolongan-Nya

Kebahagiaan seorang guru dan orangtua, adalah manakala anak-anak yang dididiknya bisa meraih cita-cita terbaiknya dan bisa mandiri menegakkan tali agama Allah, serta memberi manfaat pada umat. Kebahagiaan terbesar seorang guru terutama, adalah ketika anak-anak muridnya menjadi seseorang yang membanggakan. 

Salah seorang murid terbaik Asih Putera, yang telah memberikan kebanggaan itu adalah Muchamad Raihan Nugraha, sesuai namanya, Raihan adalah sebuah anugerah luar biasa bagi guru-guru dan orangtuanya.

Raihan berbagi kisahnya, untuk menjadi inspirasi dan memberi motivasi untuk kita semua….

***

Nama saya Muchamad Raihan Nugraha, lahir di Bandung di penghujung bulan Desember 2000.  Saya dilahirkan di tengah keluarga yang sangat sederhana. Sempat menimba ilmu tingkat dasar di SDN Sejahtera 4 Kota Bandung, lalu melanjutkan ke MTs Negeri 2  Kota Bandung.  

Sejak di MTs itulah saya mulai ada ketertarikan terhadap Al Qur'an. Dari sini saya mulai belajar ilmu Al Qur'an, belajar tajwid dan maqomat (irama).  Saya juga pernah berguru  kepada Ustadz Muzammil untuk belajar maqomat Al Qur'an. Saat itu saya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang ulama dan Imam di Masjidil Haram, Mekkah.

Entahlah, selain ketertarikan yang sangat besar untuk mempelajari Al Qur'an,  saya juga mulai tertarik kepada pelajaran Pendidikan Agama Islam. Saya merasa sangat bersemangat dan bergairah, saat mengikuti pelajaran keagamaan di sekolah. Alhamdulillah, saat itu saya pernah meraih juara pertama dalam Kompetisi Sain Madrasah (KSM) bidang PAI tingkat Kota Bandung.


MA Multiteknik Asih Putera

Pertamakali saya mengetahui MA Asih Putera dari kakak kelas saya di MTs, A Fazri namanya. A Fazri mempromosikan tentang MA Asih Putera Cimahi ke sekolahku. Saya sangat tertarik dan mencoba mendaftar bersama 8 orang teman lainnya. Alhamdulilah, saya diterima melalui jalur beasiswa asrama.

Sejak dari bangku MTs, saya sudah tertarik dengan pelajaran agama. Sehingga ketika di MA pun pelajaran favorit saya adalah semua pelajaran yang berkaitan dengan agama. Alasannya, adalah karena cita cita saya ingin menjadi seorang ulama! Selain itu, saya punya impian besar untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Al Azhar Cairo, Mesir.

Selama belajar di MA Asih Putera dan tinggal di asrama dengan beasiswa penuh dari Yayasan Asih Putera, saya mendapatkan bimbingan guru-guru yang begitu care dan dekat dengan murid-muridnya. Semua guru di MA Asih Putera sangat baik dan mengesankan. Namun guru yang paling berkesan untuk saya dan sangat memotivasi saya adalah Ustadz Syarif Arifin. Selain guru, Beliau juga adalah sebagai pembina asrama, menjadi Bapak untuk kami semua yang tinggal di asrama. Beliau sering sekali memberikan nasihat dan motivasi kepada kami selaku anak asrama.


Hingga saat ini, salah satu nasihatnya yang masih saya ingat, Beliau pernah menyampaikan sebuah nasehat yang intinya adalah, ketika sudah keluar dari madrasah Asih Putera,  janganlah menjauh dari Masjid! Dari pada nge-kost lebih baik tinggal di Masjid, berkhidmat untuk ummat, Insyaa Allah, Allah akan mudahkan setiap urusan kita!


Menjalani Takdir

Setelah lulus dari MA Asih Putera tahun 2019, saya mencoba ikut tes seleksi ke Universitas Al Azhar  Mesir, qodarullah, barangkali belum rezekinya, saya tidak lolos. Namun saya tidak putus asa, tetap dengan keyakinan bahwa saya bisa kuliah di Al Azhar!

Sambil menunggu pendaftaran tahun berikutnya,  saya mengisi kegiatan dengan belajar Bahasa Arab di Al Imarat. Selain itu, saya juga bekerja menjadi tukang ojek online! Saya juga berjualan parfum dan pempek yang pemasarannya dilakukan secara online. Semua saya lakukan,  karena saya bertekad tidak mau menjadi beban orang tua. Alhamdulillah, saya bisa mandiri dan membiayai semua kebutuhan hidup saya dari uang hasil keringat sendiri. 

Nasihat Ustadz Syarif untuk tidak menjauh dari masjid selalu terngiang. Alhamdulilah, di awal tahun 2020 keinginan saya untuk tinggal di masjid terkabul juga. Saya ditawari untuk tinggal di masjid Al-Hikmah Antapani, dan diberi amanah menjadi imam masjid secara tetap. Cita-cita dari dulu  ingin menjadi imam sholat di masjid, Alhamdulillah tercapai. Mudah-mudah, cita-cita untuk menjadi menjadi imam di Masjidil Haram akan terwujud satu saat nanti, aamiin….

Saya merasa, ketika saya tinggal di masjid, Alhamdulillah,  Allah selalu memudahkan semua urusan saya dan  satu persatu Allah kabulkan keinginan saya. Saya teringat betul perkataan Ustadz Syarif dulu,  ketika kita hidup di masjid maka  Allah akan mudahkan semuanya! Dan itu benar-bener terjadi dalam kehidupan saya, semua cita cita dan keinginan saya tercapai berawal dari masjid.


Diterima di Al Azhar Cairo

Hingga tiba kembali  saatnya pendaftaran ke Al Azhar untuk tahun ini.  Kementerian Agama RI tidak membuka jalur pendaftaran untuk tahun ini,  dikarenakan wabah Covid-19.  Satu-satunya jalan untuk bisa kuliah ke Al Azhar adalah melalu jalur PUSIBA (yaitu Lembaga Bahasa Arab cabang Indonesia,  resmi dari Pemerintah Mesir). 

Mendaftar ke Al Azhar lewat jalur ini sebetulnya biayanya lebih mahal, tetapi lagi-lagi Allah Maha Baik, berkah masjid, semuanya dimudahkan saya bisa ikut tes ke Al Azhar melalui jalur PUSIBA dengan biaya yang ditanggung oleh DKM Masjid Al Himah.

 Alhamdulillah tdk sepeserpun saya menggunakan uang orang tua. Saat ini saya sedang mengikuti persiapan pembinaan Bahasa Arab di PUSIBA, perkuliahan tahun ajaran 2021 insyaa Allah akan dimulai sekitar bulan Agustus. 

Motivasi saya kuliah di Al Azhar adalah, karena saya ingin menjadi seorang ulama, dan Al Azhar adalah kiblatnya ilmu Islam di dunia.  Banyak sekali lulusan Al Azhar yang menjadi ulama besar. Setelah menyelesaikan studi di Al Azhar, saya ingin mengabdikan diri untuk Indonesia, mendakwahkan Islam ke seluruh pelosok Indonesia.


Seuntai Pesan

Cita-cita yang besar tidak mungkin dicapai hanya dengan rebahan, tetapi butuh perjuangan.  Ketika Allah mendatangkan segala ujian, cobaan dan gangguan,  di situlah kita harus bisa mengukur seberapa kuat niat kita untuk mencapai cita-cita tersebut.

Ketika kita mempunyai cita-cita atau impian besar, maka sempurnakanlah niatnya, maka seketika itu juga Allah akan sempurnakan pertolongan-Nya. Jangan pernah sekali-kali mengejar cita-cita dengan niat yang setengah-setengah!

Saya sangat berterimakasih kepada seluruh guru di Asih Putera,  yang sudah hadir di dalam fase kehidupan saya. Guru-guru telah mendidik saya dan memberikan banyak nasihat serta motivasi kepada saya. Bagi saya,  guru adalah orang tua kedua saya.

Semoga guru-guru di Asih Putera selalu diberikan kesehatan,  sehingga bisa terus berkhidmat untuk ummat dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dan mudah-mudahan, semua ilmu dan jasa yang telah diberikan selama ini,  akan menjadi pahala jariyah yang pahalanya akan terus mengalir tanpa henti. Terimakasih Bapak dan Ibu Guru….* (erg)