Yayasan Asih Putera
Image

Sepenggal Kenangan

ASIH PUTERA DI MATA GURU PERINTIS

Oleh: Saamah (Guru Senior TK Asih Putera)

 

Keberadaan Yayasan Asih Putera saat ini, yang sudah semakin dikenal luas sebagai sebuah yayasan yang sangat peduli dengan masalah pendidikan, tentu tak akan terlepas dari catatan sejarah yang telah dilaluinya.

Yayasan Asih Putera yang telah memiliki beberapa satuan pendidikan mulai dari Daycare, TK Asih Putera 1, TK Asih Putera 2, MI Asih Putera, MTs Asih Putera dan MA Multiteknik Asih Putera tidak tiba-tiba bisa sampai di titik sekarang ini.

Ada banyak cerita dalam sejarah perjalanan Asih Putera. Masih dalam rangka suasana milad ke-37 Yayasan Asih Putera, berikut ini ada sepenggal catatan seorang guru senior yang turut berjuang dari awal tumbuh dan berkembangnya Asih Putera. Dialah, Ibu Saamah (55 tahun) Ibu dari enam orang anak dan telah memiliki dua orang cucu ini bertutur tentang kisahnya.

Tak terasa, Asih Putera sudah berusia 37 tahun. Pikiran saya melesat ke masa 36 tahun silam.  Saya masih ingat,  saat pertama kali mengetuk pintu sebuah rumah sederhana yang berada di Jl. Raya Cibabat - Cimahi nomor 513 Cimahi, tepatnya di daerah Sukawargi.

Sambutan hangat dan senyuman manis dari seorang ibu menyambutku, saat kuucapkan salam dengan malu-malu. Dialah Ibu Hj. Suniangsih Ahmad, yang kemudian aku memanggilnya Mamah Haji, seperti semua orang memanggilnya.

Kuungkapkan maksud kedatangan,  untuk melamar menjadi salah seorang guru di taman kanak-kanak yang Beliau pimpin, TK Asih Putera. Beliau sangat sumringah dan bahagia saat tahu, bahwa aku adalah murid dari almarhum Ibu Hj. Euis,  salah  seorang putrinya yang menjadi guru di SPG Negeri 2 Bandung.

Saat itu saya diantar oleh putra bungsu Beliau, yaitu Pak Edi Sudrajat yang saat ini menjadi Ketua Yayasan Asih Putera. Mungkin Pak Edi sudah lupa dengan kejadian ini, tetapi saya akan selalu mengingatnya, saat  Pak Edi mengantarkanku menuju sekolah TK Asih Putera yang terletak di Gg. H. Mustofa nomor 225, Kelurahan Cibabat, dengan mengendarai mobil mewah berwarna biru muda  atau abu,  pada tanggal 17 Juli 1986.

Saat itu, TK Asih Putera terletak di tengah sawah. Sejauh mata memandang, tampak Gunung Tangkuban Parahu yg indah di kejauhan,  hamparan sawah hijau asri dengan burung-burung yang ramai berkicau riang, membuat suasana hati menjadi tenang. Seketika saya memantapkan diri untuk mengamalkan ilmu yang kumiliki di sini, di TK Asih Putera.

 

Di situlah perjalanan hidupku dimulai sebagai guru Taman Kanak-Kanak Asih Putera, hingga saat ini36 tahun kemudian, saya masih sebagai guru di TK Asih Putera.

Dukungan Mama Haji yang saat itu menjadi Kepala Sekolah TK Asih Putera selalu membuatku terkesan, wajahnya yang lembut dengan senyumannya yang khas disertai usapan tangannya di kepala, membuatku selalu bersemangat mengajar anak-anak  yang berjumlah 78 orang dengan 2 orang guru.

"Sabar ya Neng, pasti tiasa!" Itulah kalimat penyemangat yang menjadi bekal mengajar puluhan tahun kemudian, yang diberikan oleh Mamah Haji.

Aku bersyukur bisa mengenal Beliau,  dan akhirnya menjadi bagian dari Keluarga Besar Yayasan Asih Putera. Kini hanya doa yang bisa dipanjatkan atas segala kebaikannya,  Allahlah sebaik-baik pemberi balasan. *