Yayasan Asih Putera
Image

Zaman Serba Mesin

  • Oleh: Untung Susyanto
  • (Guru IT MA Multiteknik Asih Putera)

Teringat sepenggal lirik qosidah “Tahun 2000 tahun serba mesin,” seiring  dengan perkembangan zaman saat ini, setiap tahun terjadi perubahan di bidang teknologi. Perubahan tersebut memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap cara hidup seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

 

Munculnya teknologi membuat kita terus berusaha mengimbanginya, sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Namun pada dasarnya, sebelum munculnya teknologi pun kita masih bisa menjalani kehidupan dengan normal, tetapi ketika teknologi itu muncul mau tidak mau kehidupan kita akan terpengaruh.

 

Terlepas dari manfaat hadirnya teknologi, ternyata sisi negatif dari penggunaan teknologipun bermunculan, terutama di kalangan generasi  milenial. Saat mereka lahir ke dunia sudah disuguhi teknologi, bahkan sebelum lahirpun dan masih berada dalam kandungan sudah berinteraksi dengan teknologi.

 


Berangkat dari timbulnya masalah-masalah yang kita temui baik pada anak-anak peserta didik, teman kerja, dan anggota keluarga di rumah, perlu kita mencari solusi agar hadirnya teknologi bisa kita arahkan kepada hal-hal yang bisa memberikan kebaikan untuk diri kita dan orang lain.

 

Bagi seorang pendidik yang selalu berinteraksi dengan murid-murid, kita harus dengan bijak menggunakan teknologi sehingga dapat memberi contoh kepada anak-anak, agar bisa mengendalikan produk teknologi yang mereka miliki apakah itu laptop maupun handphone.


Pada perangkat komputer kita mengenal istilah device input output. Begitu kagumnya ketika kita mengoperasikan sebuah unit komputer atau laptop, dengan spesifikasinya yang tertanam pada personal komputer tersebut, sehingga timbul kekhawatiran seorang pendidik ketika melihat anak-anak mulai ketergantungan dengan segala fasilitas yang bisa diberikan oleh kecanggihan komputer tersebut.

 


Sekedar sebuah gagasan, penulis ingin kita bisa mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya sebagai penikmat tetapi lebih kepada pembuat walaupun dengan azas ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi).

 

Ada anggapan kita akan merasa nikmat ketika belum punya,  contoh makan ayam goreng yang dibeli di sebuah restoran akan terus memberikan kesan nikmat, tetapi ketika kita sebagai pemilik restoran yang mengolahnya, maka kita akan berpikir bukan hanya sebagai penikmat tetapi dengan posisi sebagai penjual.

 

Untuk itu kami sebagai pendidik di lingkungan MA Multiteknik Asih Putera, mencoba mengangkat kata Multiteknik sebagai media untuk menyatukan teknologi komputer buatan manusia dan komputer buatan Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Sekolah merupakan laboratorium untuk melakukan berbagai percobaan,  untuk itu penulis ingin mencoba membuat program-program yang bisa menjadikan peserta didik bukan saja sebagai pengguna teknologi tetapi lebih sebagai teknisi dan programer bahkan sebagai konsultan teknologi. Melalui kegiatan workshop di bidang teknologi komputer personal dan teknologi komputer jaringan yang ada, diharapkan murid-murid MA Multiteknik Asih Putera akan lebih berprestasi dalam bidang teknologi dan sanggup bersaing baik di dalam  maupun luar negeri.


Penulis yakin, setiap ada keinginan baik pasti akan selalu ada jalan untuk mewujudkannya, insyaa Allah.*