Yayasan Asih Putera Hotline : 0226612217
Image

Ketika Siswa Menjadi EO

Oleh: Ceuceu Gumilang

Kemandirian, tanggung jawab dan kemampuan melakukan kolaborasi serta koordinasi dalam sebuah organisasi adalah sebagian dari karakter yang ingin ditanamkan pada murid-murid di MTs Asih Putera. Kurikulum diimplementasikan dalam sebuah proses belajar mengajar bukan sekedar proses transfer ilmu pengetahuan, karena sejatinya ilmu itu terhampar di setiap sudut kehidupan, bukan melulu di bangku sekolah.

Adalah MTs Asih Putera, yang mencoba menanamkan semua karakter di atas kepada murid-muridnya, menerjunkan mereka ke dalam sebuah ‘kawah candradimuka’ berupa sebuah event besar Asih Putera Festival. Asih Putera Festival adalah event tahunan Yayasan Asih Putera, yang sempat tertunda selama dua tahun pelaksanaannya karena badai pandemi Covid 19.

Di akhir tahun 2022 lalu, manajemen MTs Asih Putera memberikan tantangan kepada OSIS MTs Asih Putera untuk bisa menyelenggarakannya kembali. Gayung bersambut, anak-anak begitu antusias menerima tantangan itu.

 

Prosesnya boleh dibilang sim salabim, seperti proyek Sangkuriang, yang mendapat tantangan membuat perahu dan telaga hanya dalam waktu satu malam. Walau tidak sama persis, nyatanya anak-anak luar biasa excitednya membuat perencanaan, apa saja yang akan dilakukan dalam pelaksanaan Asih Putera Festival yang disingkat menjadi AP Fest ini. Mereka berproses dengan penuh semangat dalam melakukan berbagai kegiatan persiapan.

Tentu mereka tidak dilepas begitu saja, pembina OSIS dan juga guru-guru tetap melakukan pendampingan. Mereka menyediakan waktu hampir 24 jam sehari untuk konsultasi, di sela-sela padatnya kegiatan pembelajaran menjelang ujian akhir semester ganjil.

 

OSIS MTs Asih Putera yang dikomandani Rezvan Muhammad dari kelas 9, bersama pengurus OSIS lainnya serta kolaborasi dengan sub organisasi lainnya di MTs Asih Putera seperti Kodi Mahkamah, langsung menyusun kepanitiaan dan membuat proposal kegiatan. Hebatnya, dalam waktu yang relatif singkat hanya dua bulan saja, panitia bisa mendapatkan dukungan banyak sponsor. Alhasil, hal ini berimplikasi pada besaran hadiah yang diberikan kepada para pemenang lomba.

Ada yang spektakuler dari kepesertaan salah satu mata lomba, yaitu Taekwondo. Bermitra dengan klub besar Gorilla Taekwondo Cimahi, jumlah peserta membludak mencapai hampir 400 orang! Dari berbagai katagori lomba yang yang dikelompokkan berdasarkan kelas berat badan, maka sangat bervariasi sekali pesertanya, dari mulai tingkat dasar yang diikuti anak-anak sekolah dasar hingga ke tingkat menengah atas.


Selain itu, lomba futsal untuk tingkat sekolah dasar juga diikuti oleh 38 tim dari berbagai sekolah dasar di Cimahi dan Bandung Raya. Kepesertaan mata lomba yang lainnya juga tak kalah meriah, ada lomba menggambar dan mewarnai, lomba mendongeng, lomba hafalan Alquran hingga spelling bee. Semua lomba diperuntukkan untuk siswa usia sekolah dasar.

Salut, melihat panitia bisa menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan UKM dalam bazaar, sehingga penyelenggaraan AP Fest 3.1 MTs Asih Putera berlangsung sangat meriah.

Memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi, panitia menggandeng beberapa radio untuk beriklan, mempublikasikan kegiatan AP Fest dari sejak awal direncanakan. Panitia juga membuat produk-produk publikasi berupa video pendek untuk konten di media sosial, sangat menarik dan kreatif.


Ternyata, ketika siswa usia MTs diberi kepercayaan untuk mengelola sebuah kegiatan besar, diberikan dukungan penuh dan juga pendampingan, rasa percaya diri mereka tumbuh dan mampu melahirkan sebuah karya hebat yang di luar ekspektasi. Bravo MTs Asih Putera, the mission is completed!!