Yayasan Asih Putera Hotline : 081320267490
Image

Woy, Ada Ular di Damkar!

Oleh: Imas Wina Triana (Guru MI Asih Putera)

            Mendengar kata petugas pemadam kebakaran,  yang terbayang adalah petugas yang berbadan tegap memakai costum anti api dengan tabung oksigen di punggungnya, lengkap dengan  helm pelindung sambil membawa selang besar dan panjang bergulung-gulung berisi air yang deras  disemburkan untuk memadamkan  api yang sedang menyala-nyala. Profesi sebagai petugas pemadam kebakaran termasuk yang dikenal anak-anak tapi mereka belum paham apa saja yang bisa dikerjakan oleh petugas pemadam kebakaran.

Untuk itu, siswa kelas 3 MI Asih Putera sebanyak 57 orang dengan 5 guru pembimbing pada hari Rabu tanggal 07 Februari 2024 berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yaitu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan  yang beralamat di Jl. Panyawangan Km 1,3 Komplek Kota Baru Parahyangan.


Gb.1. Mendapatkan penjelasan dari Kakak Petugas Pemadam Kebarakan


Berangkat pukul 07.30 menggunakan satu  bis dan  dua  mobil kecil, siswa-siswi MI Asih   Putera diterima di pelataran kantor Damkar Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan dimulai pukul 09.00, dibuka oleh seorang kakak petugas sebagai pemandu kegiatan dengan  pengenalan alat-alat pemadam kebakaran termasuk alat perlindung diri (APD)  yang  sekaligus diperagakan oleh  kakak petugas yang lainnya. APD ini wajib dipakai agar bisa selamat saat memadamkan api maupun saat mengevakuasi korban kebakaran. APD yang dipakai petugas damkar antara lain helm rescue, coverall (baju dan celana) pemadam kebakaran, respirator atau Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), sarung tangan pemadam kebakaran dan sepatu boots.  APD ini dicoba dipakai juga oleh tiga orang siswa MI Asih Putera, yaitu  Anindya, Daven dan  Faiz. “Berat,” kata mereka.

Alat-alat  pemadam kebakaran yang dikenalkan diantaranya adalah  Nozzle hydrant yang digunakan untuk mengarahkan air yang bertekanan tinggi ke sumber titik api/kebakaran. Nozzle sebagai peralatan pemadam kebakaran yang paling depan ketika memadamkan kebakaran dan Fire Hose (selang pemadam kebakaran/api). Peralatan pemadam kebakaran ini digunakan untuk mendistribusikan air dari hydrant pillar untuk memadamkan kebakaran.


            Gb.2. Takut tapi penasaran ingin memegang


Ketika kakak pemandu menanyakan apa saja tugas pemadam kebakaran, salah satu siswi yaitu Anindya maju untuk menjawab. Jawabannya adalah memadamkan api dan menolong binatang, contohnya  menurunkan kucing dari atas pohon yang tinggi.  “Betul,’ kata kakak pemandu. Itu adalah salah satunya. Adapun tugas lengkapnya adalah pencegahan, pengendalian, pemadaman, penyelamatan, dan penangan bahan berbahaya atau beracun.


Kegiatan berikutnya adalah atraksi penanganan binatang berbahaya seperti ular. Yang  diperagakan langsung adalah menangkap ular piton ukuran sedang, menangkapnya seorang diri dengan menggunakan alat pengait. Kemudian menangkap ular piton berukuran lebih besar dan lebih panjang oleh dua orang petugas. Caranya dengan menutup dulu matanya, lalu ditangkap kepalanya, kalau sudah tertangkap kepalanya  baru badannya. Walaupun Anak-anak merasa tegang, serem, bahkan ada yang awalnya lari ketakuan tapi tetap penasaran. Setelah diperagakan akhirnya  berani mencoba memegang langsung  badan  ular piton. Rasanya dingiiin kata anak-anak. Hiy… tapi kan berani, kalau ada pawangnya, he-he.

  

 Gb. 3 Latihan menyemprotkan selang air memadamkan api.

 

Selesai ketegangan itu, dilanjutkan dengan merasakan sensasi naik mobil pemadam kebakaran keliling Kota Baru Parahyangan. “Wow, serruu…!” teriak anak-anak. Ramai  dengan sirine  mengiung-ngiung bersahutan dari tiga mobil pemadam kebakaran yang dipakai membawa siswa-siswi MI Asih Putera. 


Begitu turun dari mobil pemadam kebakaran,  anak-anak disiapkan secara  berkelompok untuk langsung mencoba memeragakan penyelamatan  korban dan memadamkan api menggunakan selang pemadam kebakaran. Wah, harus kompak dan tetap berhati-hati. Ada rintangan yang harus dihadapi para petugas pemadam kebakaran itu sebelum sampai ke titik api. Ada halang  rintang, ban besar dan lainnya. Ini perlu energi yang besar dan kerjasama tim yang solid agar korban bisa diselamatkan dan apinya bisa segera dipadamkan. Anak-anak punya pengalaman yang berharga dengan  simulasi ini. Apalagi kalau dalam situasi yang sebenarnya.  Apresiasi yang tinggi untuk para petugas pemadam kebakaran. Luar biasaa!


Gb.4 Mencoba APD dan menjadi petugas pemadam kebakaran. 

Gb.5 Bermain hujan-hujanan disemprot selang pemadam


Terakhir anak-anak berbasah-basahan ria dengan disemprot dan disiram langsung oleh air semburan dari selang pemadam kebakaran. Anak-anak  menikmati bercengkrama bersama teman-temannya. Jarang boleh hujan-hujanan. Ini seperti main hujan-hujanan. Semoga tetap sehat setelah beraktifitas yang menegangkan tapi tetap ramai dan seruu….!