Kapan dan Bagaimana Menemukan Bakat Kita?

Webinar Series AP-2 Aug 09, 2020

Apakah itu bakat? Mengapa bakat itu penting? Dua pertanyaan mendasar ini bisa menjadi penentu kesuksesan kita dan anak-anak kita di masa depannya. Seringkali kita mengabaikan anugerah yang Allah berikan kepada kita, sebuah potensi besar menjadi terabaikan karena ketidakpahaman kita. Dalam rangkaian webinar series Asih Putera yang kedua, Rama Royani atau lebih dikenal dengan sapaan Abah Rama, seorang creator Talents Mapping di Indonesia dan juga penasehat manajemen SDM di berbagai kementerian, lembaga negara, BUMN, dan PTN mengupas tuntas tentang kapan dan bagaimana menemukan bakat kita.

Orang yang tidak mengenali bakat dalam dirinya, ibarat orang buta yang memegang gajah hanya dari satu sisi saja dan mempersepsikannya secara sempit. Menyia-nyiakan bakat sebagai anugerah Illahi adalah tanda kita tidak bersyukur!

Lima belas tahun yang akan datang, anak-anak kita sekarang akan menjadi pemimpin. Nanti akan terjadi apa yang disebut bonus demografi, dimana tenaga kerja melimpah sementara lapangan kerja sedikit. Ini bisa menjadi bencana! Mengapa? Karena generasi sekarang cenderung lebih mudah stress, padahal harapan kita adalah bahwa setiap calon pemimpin jangan orang yang mudah stress, harus yang memiliki mental health.

Menurut definisi WHO, yang dimaksud dengan mental health adalah : Sebuah keadaan sejahtera di mana setiap individu mampu menyadari potensi dirinya, dapat mengatasi tekanan stress dalam hidupnya secara normal, dapat bekerja secara produktif dan membuahkan hasil serta mampu memberikan kontribusi kepada dirinya dan lingkungan sekitarnya.(WHO, 2019)

Lantas bakat itu apa? Bakat bisa dipahami dari dua pendekatan, bakat sebagai karakteristik seseorang dan bakat sebagai orangnya.  Sebagai karakteristik, bakat adalah kemampuan alami, bawaan lahir dan sebagai sebuah kemampuan unik yang menuntunnya untuk menghasilkan sebuah kinerja unggul.  Bakat adalah penguasaan (mastery) keterampilan dan pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis yang mengarah pada kinerja yang unggul. Bakat juga bisa bermakna sebagai sebuah komitmen terhadap pekerjaan dan lembaga yang mempekerjakannya. Bakat juga bisa dipahami sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan organisasi, posisi dan waktu yang tepat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan seseorang yang didapat secara bawaan dan alami dalam hal keterampilan, pengetahuan, kompetensi dan sikap yang mendorong seseorang tersebut untuk mencapai hasil yang luar biasa dalam suatu konteks tertentu.Lantas bakat itu apa?

Bakat bisa dipahami dari dua pendekatan, bakat sebagai karakteristik seseorang dan bakat sebagai orangnya.

Bakat sebagai karakteristik seseorang

Sebagai karakteristik, bakat adalah kemampuan alami, bawaan lahir dan sebagai sebuah kemampuan unik yang menuntunnya untuk menghasilkan sebuah kinerja unggul.  Bakat adalah penguasaan (mastery) keterampilan dan pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis yang mengarah pada kinerja yang unggul. Bakat juga bisa bermakna sebagai sebuah komitmen terhadap pekerjaan dan lembaga yang mempekerjakannya. Bakat juga bisa dipahami sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan organisasi, posisi dan waktu yang tepat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa bakat sebagai sebuah karakteristik seseorang adalah kemampuan seseorang yang didapat secara bawaan dalam hal keterampilan, pengetahuan, kompetensi serta sikap yang mendorong seseorang untuk mencapai hasil yang luar biasa dalam suatu konteks tertentu.

Bakat sebagai orangnya

Bakat sebagai subjek atau orangnya, dapat dilihat dari dua sisi pendekatan, yang pertama adalah melalui pendekatan eksklusif (exclusive approach), bakat diartikan sebagai kinerja tinggi dan  potensi tinggi yang dimiliki oleh seseorang, sebagai bagian elit dari populasi organisasi. Sedangkan secara pendekatan inklusif (inclisive approach) bakat adalah sebagai kemampuan menjadi semua karyawan di dalam sebuah perusahaan/organisasi.

Bakat sama dengan sifat?

Bakat  adalah sifat yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan, tetapi tidak semua sifat adalah bakat! Sifat membentuk kekuatan dan kelemahan pada diri seseorang. Setiap manusia berbeda karena sifatnya. Sifat itu diberikan oleh Allah untuk melakukan peran tertentu.

Talents Mapping lebih fokus kepada Strength Approach, karenanya kita harus mau berlatih untuk membangunkan potensi diri kita, karena practise your potentials make perfect! Kita sering mendengar pernyataan yang keliru tentang berbagai upaya untuk membangun karakter (character building), sebenarnya yang lebih tepat adalah mengembangkan karakter (character developement), karena karakter itu adalah bawaan setiap orang yang sudah dalam dirinya tinggal bagaimana kita mengembangkannya untuk menjadi sempurna!

Minat dan bakat itu idealnya harus selaras! Bakat adalah sifat sedangkan minat adalah aktivitas yang datang dari dalam diri seseorang. Bakat adalah karakter kinerja, sifat-sifat produktif untuk bisa menghasilkan sesuatu!

Apakah manusia bisa berubah?

Sebagai ilustrasi, berapa banyak karyawan perusahaan mengikuti berbagai seminar dan training yang terkait dengan team building, dengan tujuan organisasi supaya tim menjadi kompak dan bisa bekerjasama untuk mencapai tujuan perusahaan. Tetapi nyatanya tidak ada perubahan yang signifikan. Pelatihan motivasi dengan harapan setelah itu dia bisa termotivasi,  latihan kepemimpinan dengan harapan bisa memimpin, tapi nyatanya berapapun sering seseorang mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut, dia tidak pernah bisa berubah. Masih tetap akan kembali ke kebiasaannya semula! Lantas apakah manusia bisa berubah? Jawabannya bisa!

Manusia bisa dan mau berubah jika ada dampak langsung kepada dirinya terkait perubahan itu. Reward and Punishment adalah salah cara untuk bisa merubah seseorang. Dibentuknya lingkungan yang kondusif secara pasti juga akan bisa merubah kebiasaan seseorang. Yang lebih diperlukan adalah Emotional Intelengence, karena kesuksesan seseorang sangat bergantung pada kecerdasan emosionalnya.

Setelah kita menemukan apa yang menjadi bakat kita, maka berikutnya kita harus menemukan cara agar bakat yang kita miliki bisa membawa kita menuju sukses. Sukses itu apa?

Ada dua sisi menuju sukses, yaitu jalan dan cara! Jalan artinya kemana, yang mana? Sedangkan cara adalah bermakna bagaimana! Jalan adalah urusan manusia dengan Allah. Sedangkan cara adalah murni urusan manusia. Cara dan jalan dalah dua sisi yang akan selalu ada, jangan dibenturkan! Allah akan selalu ikut serta dalam bakat dan kerja keras seseorang. Bagaimana menemukan jalan sukses? Berdoa dan berdoa! Selalu minta petunjuk jalan melalui doa.Terkadang lewat doa tidak instant hasilnya, tetapi hanya lewat tanda-tandanya saja.

Jadi, kenali bakatmu dan lakukan tugasmu sebagai hamba yang diberi akal untuk menemukan jalan dan cara menuju sukses yang diinginkan!!***(erg)

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.