WORKSHOP KEMITRAAN YAYASAN ASIH PUTERA DENGAN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK FISIKA ITB

Menindaklanjuti adanya nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan Asih Putera (YAP) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) khususnya Fakultas Teknik Industri Jurusan Teknik Fisika dalam hal pengembangan program pembelajaran dan fasiltas sekolah yang berwawasan lingkungan, pada hari Rabu tanggal 24 September 2019 telah dilaksanakan sebuah kegiatan workshop yang diikuti oleh Direksi dan guru-guru sain di Asih Putera bersama para dosen dan Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika ITB. Kegiatan bertempat di Laboratorium Teknik VI Institut Teknologi Bandung.

                Kegiatan ilmiah ini bertajuk “Workshop Pendampingan dan Pengembangan Program Pembelajaran dan Pengembangan Fasilitas di Madrasah Multiteknik Asih Putera menuju Sekolah yang Berwawasan Lingkungan dan Energi Terbarukan”. Workshop ini diikuti secara penuh dari  awal hingga akhir oleh Ketua Yayasan Asih Putera Bapak Ir.H. Edi Sudrajat Ahmad dan pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Bapak Ervin Siahaan S.T., M.T. yang menjabat sebagai Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.

                Ketua Yayasan Asih Putera dalam sambutannya menyampaikan bahwa Yayasan Asih Putera bergerak ke arah Eco School, konservasi lingkungan dan energi terbarukan. Namun yang menjadi fokus utama adalah dalam hal pembentukan karakter. Pendidikan di Madrasah Asih Putera lebih menekankan pada pembentukan perilaku positif dan  sikap jujur sebagai produk unggulan, dibanding nilai akademik. Dengan adanya kegiatan workshop yang melibatkan guru-guru sain di MI, MTs dan MA Multiteknik Asih Putera, bisa memberi wawasan dalam pembelajaran sebagai penguatan dan Asih Putera bisa menjadi sekolah terdepan dalam hal ekologi dan keperdulian lingkungan.

                Rahmat Romadhon, sebagai penanggungjawab program yang juga dosen di Jurusan Teknik Fisika ITB dan anggota Kelompok Keahlian Fisika Bangunan FTI ITB dalam paparannya menjelaskan, bahwa kegiatan workshop ini terlaksana sebagai tindak lanjut dari beberapa kegiatan sebelumnya yang sudah diinisiasi antara FTI TF ITB dengan dengan Yayasan Asih Putera yang diawali dengan digelarnya kegiatan ITB Insight 2017 (HMFT ITB), yang dilanjutkan dengan kunjungan ilmiah guru dan murid MA Asih Putera ke FTI ITB yang kemudian melahirkan MoU dan implementasi uji coba pelaksanaan pembelajaran di kelas dan tugas kreatif yang dibimbing oleh mahasiswa TF ITB di MA Multiteknik Asih Putera.

                Bentuk kerjasama antara YAP dengan TF ITB adalah dalam bentuk; Teknologi Bersih (Lingkungan dan Energi), Program pembelajaran di kelas (mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan), Program pembiasaan dan pembentukan karakter dan Program pengembangan fasilitas.

                Program pembelajaran akan diberikan kepada siswa  kelas X dan XI, dan pihak TF sudah membuatkan silabus pembelajaran secara rinci, dengan pembagian sebagai berikut; untuk kelas X akan diberikan materi tentang Lingkungan dan energi (semester ganjil) dan Sistem pengolahan sampah dan bioenergi (semester genap). Untuk kelas XI akan diberikan  materi sistem pemanfaatkan energi surya (semester genap) dan Konservasi energi (semester ganjil).

                Dalam kegiatan workshop kemarin, kita membedah, mengkaji dan mendiskusikan muatan kurikulum dan silabus pembelajaran yang disusun oleh Tim dari TF ITB, untuk bisa diterapkan di MA Multiteknik Asih Putera.                 Rencana ke depan, di Yayasan Asih Putera akan membangun reaktor mini untuk Biogas dan instalasi  solar cell system atau PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) , sehingga penggunaan listrik yang bersumber dari PLN akan bisa diminimalisir. Pada akhirnya Asih Putera bisa berkontribusi secara langsung dalam hal penghematan energi atau konservasi energi sekaligus mampu menghasilkan energi sendiri melalui pengembangan energi terbarukan.***(Ceuceu Gumilang)

FORUM DISKUSI GURU ASIH PUTERA | DC, TK dan MI Asih Putera

Menjadi guru tanggungjawabnya besar sekali. Ketika kita sudah meniatkan diri menjadi guru, maka saat itu juga kita sudah siap dengan segala konsekuensinya. Guru bukan sekedar mengajari anak membaca dan menulis, buka sekedar menjadikan mereka dari tidak tahu menjadi tahu, bukan sekedar mentransfer ilmu pengetahuan yang kita punya kepada mereka. Guru adalah panutan, sosok yang segala sikap dan perilakunya digugu dan ditiru, menjadi teladan bagi murid-muridnya.

 

 

                Orang tua memercayakan secara penuh pengasuhan anak-anaknya kepada guru di sekolah, hampir sehari penuh mereka titipkan anak-anaknya di sekolah. Dan orangtua tentunya berharap, anak-anaknya akan mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik dan maksimal dari guru-gurunya. Orangtua pasti berharap, akan mendapatkan laporan perkembangan anak-anaknya secara periodik dari gurunya, agar bisa sepaham dalam menyikapi berbagai permasalahan tumbuh kembang yang dihadapi si anak.

                Pertanyaannya adalah, apakah orangtua terutama dikelas rendah akan merasa terpenuhi rasa ingin tahunya tentang perkembangan anak-anaknya jika laporan yang diberikan hanya dalam bentuk angka-angka? Bagaimana orangtua bisa tahu kalau balita lucunya yang dititipkan di Day Care Asih Putera sudah pandai merangkak, pandai meniru gerakan orang lain dan sudah bisa mengenal warna kalau laporan yang diberikan gurunya hanya sebatas angka-angka?

                Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Asih Putera Learning and Resource Center pada Hari Sabtu, 21 September 2019 mengadakan sebuah kegiatan bertajuk Forum Diskusi Guru Asih Putera yang diikuti oleh guru-guru di Day Cara, TK dan MI Asih Putera. Tema diskusi adalah “Teknik Penulisan Laporan Perkembangan Berbasis Portofolio”, dengan fasilitator Bapak Seno M. Daud, M.Pd. dari TANOTO Foundation. Kegiatan diskusi diselenggarakan di kampus TK Asih Putera Pojok, di Jl. Kebon Cau Cimah.

                Diskusi diawali dengan presentasi dari perwakilan Daycare, TK dan MI berupa contoh laporan perkembangan portofolio yang sudah pernah mereka laporkan kepada orangtua. Setelah itu, Pak Seno M. Daud sebagai fasilitator mereview dan memberikan penjelasan secara teoritis dan praktis bagaimana teknik membuat laporan perkembangan siswa berbasis portofolio yang ideal. Peserta dipahamkan terlebih dahulu tentang tujuan dari penulisan laporan portofolio itu sendiri. Tujuan utama penulisan laporan portofolio adalah untuk menghargai proses belajar si anak, mendokumentasikan karya anak dan sebagai bahan refleksi dan komunikasi antara guru dengan orangtua.

                Peserta dibimbing untuk bisa menentukan tujuan dari setiap pembelajaran yang diberikan, kemudian kompetensi dasar apa yang akan dicapai, untuk selanjutnya menentukan indikator-indikator dari kompetensi yang kita targetkan. Sebagai fasiltator, Pak Seno hanya memberikan umpan kepada para peserta, para peserta dilatih secara berkelompok untuk bisa menemukan jawaban-jawaban dari permasalahan yang ditemui dalam penulisan laporan portofolio.

                Kegatan forum diskusi berjalan sangat menarik, karena dipadukan dengan permainan kelompok dan diselingi ice breaking sehingga tidak monoton. Setidaknya, sekarang guru-guru di Daycare, TK dan MI Asih Putera paham, bagaimana menulis sebuah laporan perkembangan anak yang berbasis portofolio agar mudah dibaca dan dipahami orangtua. Sehingga harapan bahwa pendidikan anak adalah tanggungjawab bersama antara orangtua dengan guru bisa terwujud. Tak ada lagi pihak-pihak yang merasa paling bertanggungjawab atau ingin lepas tangan dari proses pendidikan anak. Yang harus diingat oleh para guru adalah, laporan portofolio adalah rahasia anak! Sifatnya sangat confidential, tidak boleh diumbar ke siapapun termasuk guru lain, hanya kepada orangtua portofolio anak berhak diberikan dan dikonsultasikan. Harapan selanjutnya adalah setelah ada komunikasi antara guru dengan orantua melalui laporan protofolio tersebut, pembelajaran berikutnya dapat berlangsung lebih tepat tujuan.

                Pada prinsipnya pembelajaran adalah perubahan perilaku pada ujungnya. Perilaku merupakan muara kognitif atau akademis dengan psikomoris yang sifatnya taktil dan sifat afeksi yang terkait dengan pemahaman, keyakinan dan hal-hal yang ada dalam diri anak termasuk sikap atau attitude. Jadi diujung pembelajaran, diharapkan si anak akan menjadi cerdas, terampil, berkeyakinan dan menguasai cara melaksanakannya.

                Memang seharusnya, ada komitmen bersama antara orangtua dengan guru dan sekolah dalam hal ini Yayasan, untuk bersama-sama mendidik anak-anak secara sinergis dan penuh tanggungjawab. Orangtua bukan sekedar membayar kewajiban secara finansial ke sekolah, guru bukan sekedar mengajar anak-anak, Yayasan bukan sekedar menyediakan sarana fisik, tapi harus ada ikatan emosional yang profesional antara ketiganya agar anak-anak mendapatkan hak pendidikannya secara utuh dan maksimal. Bismillah…***(Ceuceu Gumilang)

Menjelajah Taman Hutan Raya Ir. Juanda: Wisata Sejarah yang Seru | Kelas Berjalan Kelas 2 | MI Asih Putera

Belajar pada saat kelas berjalan sambil mengetahui sedikit sejarah dilakukan anak-anak kelas 2 MI Asih Putera  Cimahi pada Hari Kamis 12 September 2019 ke Taman Hutan Raya Juanda. Pengalaman yang sangat mengasyikkan, sedikit seram karena ada yang takut gelap masuk ke Gua Jepang dan Gua Belanda tetapi menurut anak-anak merupakan pengalaman yang  seru.

Berangkat pukul 07.45 dari Cimahi, 115 anak dengan 6 guru pembimbing. Kami tiba di Hutan konservasi alam di Desa Ciburial Bandung yang memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk ini pukul 08.26.  Dipandu seorang guide,  Anak-anak mulai menjelajah Gua Jepang. Gua ini memiliki 4 pintu. Terdapat lorong yang panjang dan banyak persimpangan. Langit-langitnya agak rendah sehingga gelap, anak-anak membawa senter untuk menerangi jalan mereka di dalam Gua. Agak seram sih….tapi seruuu juga kata anak-anak. Senang saja soalnya mereka memainkan senter.

Selesai dari Gua Jepang anak-anak menjelajahi Gua Belanda. Langit-langitnya lebih tinggi dari Gua Jepang. Seperti ada bekas penerangan di atasnya hanya tidak berfungsi. Lebih lega bernafas meskipun tetap gelap dan lorongnya panjang . Kita melihat ada jeruji besi di dalam gua, dan ada rel troli untuk pengangkutan barang meskipun sudah tidak berfungsi lagi.

Lumayan menguras energi. Anak-anak berjalan melalui jembatan untuk istirahat dan membuka bekal makanan berat yang mereka bawa. Setelah cukup istirahat, kami menuju musium Tahura. Musium ini berisi hewan yang pernah ada di Tahura yang sudah diawetkan diantaranya ada macan tutul dan berbagai macam burung. Anak-anak masuk perkelas karena musiumnya kecil.  Yang menunggu di luar musium diberi tugas mengisi lembar kerja yang berkaitan dengan benda-benda yang mereka lihat di sekitar  Tahura  dan mengelompokkan berdasarkan wujudnya kemudian menggambarkannya sesuai dengan pelajaran tematik yang sedang mereka pelajari.

Siang pukul 12.00 kami pulang kembali ke Cimahi dengan membawa kesan yang sangat menyenangkan .”Serruuuu…..’ kata anak-anak. Banyak yang ingin kembali lagi menjelajah Taman Hutan Raya Juanda. Ok. Siapa Takut? (Bu Imas Wina T)

Kelas Berjalan Kelas 1 | MI Asih Putera | 2019

DESKRIPSI KEGIATAN

Siswa berangkat dari sekolah pukul 08.00 dengan menggunakan kendaraan 1 bus, 3 mobil Elf, 2 mobil minibus ( jemputan ). Tiba di lokasi pukul 08.30. Tiba di lokasi rombongan disambut oleh owner/pemilik ( beliau merupakan salah satu orang tua siswa MI Asih Putera ). Siswa bekumpul di salah satu ruangan untuk dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok I melakukan kegiatan di rumah produksi. Kelompok II melihat tayangan mengenai produksi kue. Begitu sebaliknya, kedua kelompok tersebut melakukan kegiatan secara bergantian.

KEGIATAN DI RUMAH PRODUKSI

  1. Siswa menyaksikan langsung / praktek pembuatan salah satu kue yang diproduksi ‘’Belah Doeren’’ yaitu kue brownies oleh Juru masak.
  2. Siswa melakukan interaksi / tanya jawab dengan juru masak mengenai proses pembuatan.
  3. Siswa melihat proses pembuatan beberapa kue yang diproduksi ‘’Belah Doeren’’ yaitu : Chewy duren, pancake dan brownies. Proses tersebut meliputi:
  • Pembuatan adonan kue
  • Pencetakan adonan
  • Pembuatan toping fla durian
  • Pengisian toping fla durian
  • Pembuatan kulit pancake
  • Pembakaran
  1. Siswa melakukan praktek pembuatan kue brownies dan pengisian toping fla durian
  2. Siswa mendapatkan hasil pembuatan kue

KEGIATAN MENYAKSIKAN TAYANGAN PRODUKSI

Siswa menyaksikan tayangan mengenai profil perusahaan ‘’Belah Doeren’’ melalui layar

Kegiatan berakhir pada pukul 11.00. Rombongan kembali dan tiba di sekolah pukul 11.20** (Bu Ratu-MIAP)

OUTING DAY CARE ASIH PUTERA KE TAMAN LALU LINTAS BANDUNG

Kali ini Day Care Asih Putera melaksanakan kegiatan Outing Ceria (OCE): bermain sambil belajar. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh day care Asih Putera, dengan lokasi outing yang berbeda-beda.

Pada kesempatan kali ini, anak-anak ceria Day Care Asih Putera berkesempatan untuk mengunjngi Taman Lalu Lintas di kota Bandung. Pada tanggal 9 September 2019 itu, anak-anak diajak untuk mengenal tentang rambu-rambu lalu lintas, bersosialisasi satu sama lain, melatih kemandirian (karena disini anak-anak tidak di dampingi oleh orang tua) , menumbuhkan rasa tanggung jawab (dengan barangnya masing-masing). Mereka juga dikenalkan dengan alam sekitar (tempat bermain yang mengandung edukasi). Dan akhirnya, anak-anak merasa senang.

Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak, diantaranya adalah naik kereta api, mengelilingi  area taman lalu lintas sambil melihat dan mengenal macam macam binatang, naik sepeda dan anak-anak juga mengenal macam-macam simbol lalu lintas*** (Bu Ades)