FORUM DISKUSI GURU ASIH PUTERA | DC, TK dan MI Asih Putera

Menjadi guru tanggungjawabnya besar sekali. Ketika kita sudah meniatkan diri menjadi guru, maka saat itu juga kita sudah siap dengan segala konsekuensinya. Guru bukan sekedar mengajari anak membaca dan menulis, buka sekedar menjadikan mereka dari tidak tahu menjadi tahu, bukan sekedar mentransfer ilmu pengetahuan yang kita punya kepada mereka. Guru adalah panutan, sosok yang segala sikap dan perilakunya digugu dan ditiru, menjadi teladan bagi murid-muridnya.

Orang tua memercayakan secara penuh pengasuhan anak-anaknya kepada guru di sekolah, hampir sehari penuh mereka titipkan anak-anaknya di sekolah. Dan orangtua tentunya berharap, anak-anaknya akan mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik dan maksimal dari guru-gurunya. Orangtua pasti berharap, akan mendapatkan laporan perkembangan anak-anaknya secara periodik dari gurunya, agar bisa sepaham dalam menyikapi berbagai permasalahan tumbuh kembang yang dihadapi si anak.

Pertanyaannya adalah, apakah orangtua terutama dikelas rendah akan merasa terpenuhi rasa ingin tahunya tentang perkembangan anak-anaknya jika laporan yang diberikan hanya dalam bentuk angka-angka? Bagaimana orangtua bisa tahu kalau balita lucunya yang dititipkan di Day Care Asih Putera sudah pandai merangkak, pandai meniru gerakan orang lain dan sudah bisa mengenal warna kalau laporan yang diberikan gurunya hanya sebatas angka-angka?

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Asih Putera Learning and Resource Center pada Hari Sabtu, 21 September 2019 mengadakan sebuah kegiatan bertajuk Forum Diskusi Guru Asih Putera yang diikuti oleh guru-guru di Day Cara, TK dan MI Asih Putera. Tema diskusi adalah “Teknik Penulisan Laporan Perkembangan Berbasis Portofolio”, dengan fasilitator Bapak Seno M. Daud, M.Pd. dari TANOTO Foundation. Kegiatan diskusi diselenggarakan di kampus TK Asih Putera Pojok, di Jl. Kebon Cau Cimah.

Diskusi diawali dengan presentasi dari perwakilan Daycare, TK dan MI berupa contoh laporan perkembangan portofolio yang sudah pernah mereka laporkan kepada orangtua. Setelah itu, Pak Seno M. Daud sebagai fasilitator mereview dan memberikan penjelasan secara teoritis dan praktis bagaimana teknik membuat laporan perkembangan siswa berbasis portofolio yang ideal. Peserta dipahamkan terlebih dahulu tentang tujuan dari penulisan laporan portofolio itu sendiri. Tujuan utama penulisan laporan portofolio adalah untuk menghargai proses belajar si anak, mendokumentasikan karya anak dan sebagai bahan refleksi dan komunikasi antara guru dengan orangtua.

Peserta dibimbing untuk bisa menentukan tujuan dari setiap pembelajaran yang diberikan, kemudian kompetensi dasar apa yang akan dicapai, untuk selanjutnya menentukan indikator-indikator dari kompetensi yang kita targetkan. Sebagai fasiltator, Pak Seno hanya memberikan umpan kepada para peserta, para peserta dilatih secara berkelompok untuk bisa menemukan jawaban-jawaban dari permasalahan yang ditemui dalam penulisan laporan portofolio.

Kegatan forum diskusi berjalan sangat menarik, karena dipadukan dengan permainan kelompok dan diselingi ice breaking sehingga tidak monoton. Setidaknya, sekarang guru-guru di Daycare, TK dan MI Asih Putera paham, bagaimana menulis sebuah laporan perkembangan anak yang berbasis portofolio agar mudah dibaca dan dipahami orangtua. Sehingga harapan bahwa pendidikan anak adalah tanggungjawab bersama antara orangtua dengan guru bisa terwujud. Tak ada lagi pihak-pihak yang merasa paling bertanggungjawab atau ingin lepas tangan dari proses pendidikan anak. Yang harus diingat oleh para guru adalah, laporan portofolio adalah rahasia anak! Sifatnya sangat confidential, tidak boleh diumbar ke siapapun termasuk guru lain, hanya kepada orangtua portofolio anak berhak diberikan dan dikonsultasikan. Harapan selanjutnya adalah setelah ada komunikasi antara guru dengan orantua melalui laporan protofolio tersebut, pembelajaran berikutnya dapat berlangsung lebih tepat tujuan.

Pada prinsipnya pembelajaran adalah perubahan perilaku pada ujungnya. Perilaku merupakan muara kognitif atau akademis dengan psikomoris yang sifatnya taktil dan sifat afeksi yang terkait dengan pemahaman, keyakinan dan hal-hal yang ada dalam diri anak termasuk sikap atau attitude. Jadi diujung pembelajaran, diharapkan si anak akan menjadi cerdas, terampil, berkeyakinan dan menguasai cara melaksanakannya.

Memang seharusnya, ada komitmen bersama antara orangtua dengan guru dan sekolah dalam hal ini Yayasan, untuk bersama-sama mendidik anak-anak secara sinergis dan penuh tanggungjawab. Orangtua bukan sekedar membayar kewajiban secara finansial ke sekolah, guru bukan sekedar mengajar anak-anak, Yayasan bukan sekedar menyediakan sarana fisik, tapi harus ada ikatan emosional yang profesional antara ketiganya agar anak-anak mendapatkan hak pendidikannya secara utuh dan maksimal. Bismillah…***(Ceuceu Gumilang)

Menjelajah Taman Hutan Raya Ir. Juanda: Wisata Sejarah yang Seru | Kelas Berjalan Kelas 2 | MI Asih Putera

Belajar pada saat kelas berjalan sambil mengetahui sedikit sejarah dilakukan anak-anak kelas 2 MI Asih Putera  Cimahi pada Hari Kamis 12 September 2019 ke Taman Hutan Raya Juanda. Pengalaman yang sangat mengasyikkan, sedikit seram karena ada yang takut gelap masuk ke Gua Jepang dan Gua Belanda tetapi menurut anak-anak merupakan pengalaman yang  seru.

Berangkat pukul 07.45 dari Cimahi, 115 anak dengan 6 guru pembimbing. Kami tiba di Hutan konservasi alam di Desa Ciburial Bandung yang memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk ini pukul 08.26.  Dipandu seorang guide,  Anak-anak mulai menjelajah Gua Jepang. Gua ini memiliki 4 pintu. Terdapat lorong yang panjang dan banyak persimpangan. Langit-langitnya agak rendah sehingga gelap, anak-anak membawa senter untuk menerangi jalan mereka di dalam Gua. Agak seram sih….tapi seruuu juga kata anak-anak. Senang saja soalnya mereka memainkan senter.

Selesai dari Gua Jepang anak-anak menjelajahi Gua Belanda. Langit-langitnya lebih tinggi dari Gua Jepang. Seperti ada bekas penerangan di atasnya hanya tidak berfungsi. Lebih lega bernafas meskipun tetap gelap dan lorongnya panjang . Kita melihat ada jeruji besi di dalam gua, dan ada rel troli untuk pengangkutan barang meskipun sudah tidak berfungsi lagi.

Lumayan menguras energi. Anak-anak berjalan melalui jembatan untuk istirahat dan membuka bekal makanan berat yang mereka bawa. Setelah cukup istirahat, kami menuju musium Tahura. Musium ini berisi hewan yang pernah ada di Tahura yang sudah diawetkan diantaranya ada macan tutul dan berbagai macam burung. Anak-anak masuk perkelas karena musiumnya kecil.  Yang menunggu di luar musium diberi tugas mengisi lembar kerja yang berkaitan dengan benda-benda yang mereka lihat di sekitar  Tahura  dan mengelompokkan berdasarkan wujudnya kemudian menggambarkannya sesuai dengan pelajaran tematik yang sedang mereka pelajari.

Siang pukul 12.00 kami pulang kembali ke Cimahi dengan membawa kesan yang sangat menyenangkan .”Serruuuu…..’ kata anak-anak. Banyak yang ingin kembali lagi menjelajah Taman Hutan Raya Juanda. Ok. Siapa Takut? (Bu Imas Wina T)

Kelas Berjalan Kelas 1 | MI Asih Putera | 2019

DESKRIPSI KEGIATAN

Siswa berangkat dari sekolah pukul 08.00 dengan menggunakan kendaraan 1 bus, 3 mobil Elf, 2 mobil minibus ( jemputan ). Tiba di lokasi pukul 08.30. Tiba di lokasi rombongan disambut oleh owner/pemilik ( beliau merupakan salah satu orang tua siswa MI Asih Putera ). Siswa bekumpul di salah satu ruangan untuk dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok I melakukan kegiatan di rumah produksi. Kelompok II melihat tayangan mengenai produksi kue. Begitu sebaliknya, kedua kelompok tersebut melakukan kegiatan secara bergantian.

KEGIATAN DI RUMAH PRODUKSI

  1. Siswa menyaksikan langsung / praktek pembuatan salah satu kue yang diproduksi ‘’Belah Doeren’’ yaitu kue brownies oleh Juru masak.
  2. Siswa melakukan interaksi / tanya jawab dengan juru masak mengenai proses pembuatan.
  3. Siswa melihat proses pembuatan beberapa kue yang diproduksi ‘’Belah Doeren’’ yaitu : Chewy duren, pancake dan brownies. Proses tersebut meliputi:
  • Pembuatan adonan kue
  • Pencetakan adonan
  • Pembuatan toping fla durian
  • Pengisian toping fla durian
  • Pembuatan kulit pancake
  • Pembakaran
  1. Siswa melakukan praktek pembuatan kue brownies dan pengisian toping fla durian
  2. Siswa mendapatkan hasil pembuatan kue

KEGIATAN MENYAKSIKAN TAYANGAN PRODUKSI

Siswa menyaksikan tayangan mengenai profil perusahaan ‘’Belah Doeren’’ melalui layar

Kegiatan berakhir pada pukul 11.00. Rombongan kembali dan tiba di sekolah pukul 11.20** (Bu Ratu-MIAP)

OUTING DAY CARE ASIH PUTERA KE TAMAN LALU LINTAS BANDUNG

Kali ini Day Care Asih Putera melaksanakan kegiatan Outing Ceria (OCE): bermain sambil belajar. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh day care Asih Putera, dengan lokasi outing yang berbeda-beda.

Pada kesempatan kali ini, anak-anak ceria Day Care Asih Putera berkesempatan untuk mengunjngi Taman Lalu Lintas di kota Bandung. Pada tanggal 9 September 2019 itu, anak-anak diajak untuk mengenal tentang rambu-rambu lalu lintas, bersosialisasi satu sama lain, melatih kemandirian (karena disini anak-anak tidak di dampingi oleh orang tua) , menumbuhkan rasa tanggung jawab (dengan barangnya masing-masing). Mereka juga dikenalkan dengan alam sekitar (tempat bermain yang mengandung edukasi). Dan akhirnya, anak-anak merasa senang.

Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak, diantaranya adalah naik kereta api, mengelilingi  area taman lalu lintas sambil melihat dan mengenal macam macam binatang, naik sepeda dan anak-anak juga mengenal macam-macam simbol lalu lintas*** (Bu Ades)

LAUNCHING ASIH PUTERA ECO SCHOOL 2019 “Si Bubum, Sang Penyelamat Bumi”

Kita semua menyadari bahwa kondisi bumi kita sudah sangat memperihatinkan, dengan segudang permasalahan lingkungan yang mengancam keseimbangan ekosistem bahkan kehidupan manusia itu sendiri. Maka perlu diambil sebuah tindakan konkrit, untuk lebih bijak memanfaatkan sumber daya alam agar bisa terjaga keseimbangan ekosistem sehingga hidup lebih sehat dan berkualitas.

Tidak bisa dihindari, bahwa saat ini penggunaan plastik menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Akibatnya, sampah-sampah plastik menggunung di setiap sudut. Padahal kita semua tahu, bahwa semua barang yang berbahan dasar plastik sangat sulit terurai dan prosesnya sangat lama dan membutuhkan ribuan tahun untuk bisa hancur dan terurai.

Yayasan Asih Putera memiliki komitmen yang sangat kuat untuk turut berpartisipasi secara aktif dan konkrit, untuk perduli dengan masalah lingkungan hidup yang semakin mengkhawatirkan. Bersamaan dengan kegiatan Akad Kerjasama Mendidik Yayasan Asih Putera dengan orang tua murid baru tahun ajaran 2019-2020, tanggl 18 Agustus 2019 telah dilaksanakan Launching Asih Putera Eco School.

Tujuan utama dari program Asih Putera Eco School ini adalah untuk turut berkontribusi dalam menyelamatkan semesta dari kerusakan lingkungan dengan cara mengurangi dan mengelola sampah  dan mengedukasi masyarakat tentang bagamana menjaga lingkungan dari kerusakan.

Program Asih Putera Eco School ini secara umum terdiri dari 3 kegiatan yaitu Pengelolaan Sampah, Efisiensi Energi dan Penghijauan. Bentuk nyata yang sudah dirintis oleh MA Multiteknik Asih Putera dalam Eco School ini adalah mengelola Green House, rumah khusus untuk Tanaman Hidroponik.  Untuk Tanaman Hidroponik ini,  Asih Putera sudah merintis sejak hampir 3 tahun lalu dan sudah berjalan dengan baik. Murid-murid MA Muliteknik Asih Putera mengelola Taman Hidroponik berupa aneka tanaman sayuran, dari mulai tahap pembibitan hingga ke tahap menjual hasil tanamnya, antara lain kangkung, selada pakcoy, samhong dan bayam merah.  Hasil taman hidroponik Asih Putera sangat bagus kualitasnya dan bebas pestisida, bisa dipasarkan ke masyarakat sekitar. Hal ini sangat sejalan dengan pendidikan kewirausahaan dan life skill dalam kurikulum pendidikan di Asih Putera.

Untuk program pengelolaan sampah, Asih Putera memiliki program Bank Sampah, dimana sampah-sampah yang ada dipilah dan dipilih untuk kemudian dikelompokkan menjadi sampah organik dan non organik, sehingga bisa dikelola menjadi sebuah produk yang bermanfaat. Produk yang bisa dihasilkan dari Bank Sampah ini antara lain adalah eco brick dan pupuk kompos cair. Dari eco brick ini bisa dibuat bermacam-macam produk unggulan seperti meja, kursi, pagar, pot bunga dan lain-lain.

Dalam program penghijauan salah satu rencana yang sedang dirintis adalah Taman Qur’ani. Taman Qur’ani terdiri dari aneka tanaman yang namanya tercantum di dalam Al Qur’an, antara lain pohon Buah Tin, Kurma, Siwak, Bidara, Anggur dan Zaitun. Dalam rencana ke depan, Asih Putera akan memiliki taman bernuansa tanaman Qur’ani sekaligus bisa menjadi reseller untuk siapapun yang membutuhkan.

Untuk mewujudkan program Efisiensi Energi, telas dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), antara Yayasan Asih Putera dengan C.V. Horizon Teknologi yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan dan instalasi energi terbarukan SOLAR CELL dan WATER CONTAIN yang ramah lingkungan, dalam rangka mendukung program Asih Putera Eco School. Ke depan, di semua madrasah Asih Putera akan dipasang teknologi Solar Cell (PLTS / Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang memanfaatkan sinar matahari untuk pasokan energi listrik.

Selain itu, di setiap madrasah juga akan dipasang instalasi Water Contain, yang bisa mengolah air kran menjadi siap minum, sehingga bisa meminimalisir penggunaan botol plastik dan siswa setiap saat bisa minum air bersih yang sehat bebas kemasan.

Pada acara launching tersebut diperkenalkannya Maskot Asih Putera Eco School SI BUBUM, Sang Penyelamat Bumi. Si Bubum adalah Maskot berbentuk  bumi bulat yang juga berfungsi sebagai celengan. Rencana berikutnya adalah setiap madrasah di Asih Putera akan memiliki satu maskot dan setiap siswa dianjurkan untuk berinfaq setiap harinya, yang nantinya dana infaq tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan terkait program Eco School.

Pada saat launching tersebut, dimeriahkan pula oleh penampilan murid-murid MTs dan MA Multiteknik  Asih Putera  yang menyajikan Trash Percusi. Trash Percusi adalah merupakan ensambel musik yang semua alat musiknya berasal dari barang-barang bekas, seperti galon, wadah cat, kaleng, botol, tutup botol, dan lain-lain. Ternyata dengan sentuhan kreatif dan inovatif, dari barang bekaspun bisa mengalun musik yang merdu dan mengagumkan. 

Untuk keberhasilan program Asih Putera Eco School menuju Cimahi Eco City ini perlu komitmen dan konsistensi dari kita semua, untuk bersama-sama memperkuat tekad agak kerusakan lingkungan harus dihindari, bumi harus diselamatkam dan keseimbangan ekositem harus dijaga, agar Bumi tetap bisa memberi manfaat bagi semua makhluk di dalamnya.*** Ceu2 Gumilang