GRAFEETYAP '14

Virtual Graduation Jun 16, 2020

Akhirnya, dengan rasa haru dan deraian air mata dari semua guru dan peserta Wisuda dan Pelepasan Daring Angkatan 14 MA Multiteknik Asih Putera dapat terlaksana dengan sangat khidmat dan penuh air mata.

Bagaimana tidak, mereka adalah lulusan istimewa, yang ketika datang dielu-elukan dengan sapaan dan pelukan, namun setelah 3 tahun  bersama menimba ilmu di MAMT AP, kini mereka dilepas tanpa pelukan dan jabat tangan, karena pelepasan mereka dilakukan secara virtual sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang masih melanda negara kita.

Tak ada alasan untuk bersedih atau kecewa, tangis yang tumpah adalah tangis haru dan bahagia, akhirnya pasukan putih abu-abu ini akan mengarungi dunia yang sesungguhnya sebagai insan, berbekal ilmu dan akhlak yang sudah didapat dari guru-guru, semoga bisa menerangi diri sendiri dan dunia di sekelilingmu. Sesuai pesan Kepala Madrasah Edwin Wahyudin, S.Ag, disampaikan bahwa angkatan 14 adalah angkatan emas, yang begitu penuh warna, seperti pelangi penghias langit, penuh suka dan duka dalam menempuh pendidikan di MAMT AP.

Ketua POM angkatan 14 dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh guru dan jajaran pengurus Yayasan Asih Putera yang telah mendidik anak-anak sehingga berilmu dan berakhlaqul karimah. Beliau menyitir sebuah pesan indah dari Imam Asy Syafi’I bahwa "Hidup seorang pemuda haruslah dengan ilmu dan takwa, jika tidak memiliki keduanya maka hidupnya tidaklah berarti". Pesan yang disampaikan dengan suara terbata dan menahan jatuhnya air mata.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Asih Putera, Drs. H. Asep Mamat, M.Si., turut memberikan nasehatnya untuk lulusan angkatan 14.  Dalam kata sambutannya, Beliau berharap agar karakter yang sudah digembleng di Asih Putera betul-betul karakter yang bisa dipertanggungjawabkan, tahan uji, brilian, cerdas dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di luar Asih Putera, di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ketua Yayasan Asih Putera , Ir. H. Edi Sudrajat Ahmad secara simbolis menyampaikan akad penyerahan siswa-siswa kelas XII angkatan 14 kepada orangtua yang hadir secara virtual, dengan sebuah pesan yang sangat menyentuh. "Bawalah Allah kemanapun kalian melangkah, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Pulanglah kembali ke kampus Asih Putera membawa cerita-cerita menarik, cerita tentang perjalanan hidup kalian, mungkin nanti 10 tahun yang akan datang".

Perwakilan orangtua murid yang menerima penyerahan siswa dari ketua YAP secara simbolis, mengucapkan terimakasih kepada seluruh guru dan YAP yang telah membimbing dan mendidik anak-anak dengan sepenuh hati. Beliau memohon doa dari semua guru agar anak-anak menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, menjadi insan yang mampu menerangi dunia dengan pancaran ilmu dan akhlaqul karimahnya.

Suasana menjadi semakin haru ketika salah seorang siswi, menjadi perwakilan teman-temannya menyampaikan pidato perpisahan. Dengan suara terbata-bata karena menahan tangis, dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru atas jerih payahnya mendidik mereka. Bukan hanya memberi ilmu pengetahuan, tapi juga iman, akhak dan perilaku. Begitu besar jasa para guru membekali mereka dengan ilmu untuk mengarungi kehidupan.

Setelah sesi pembacaan janji alumni yang dibacakan oleh salah seorang siswa, dilakukan ritual sujud syukur oleh seluruh siswa di rumahnya masing-masing, sebagai bentuk terima kasih kita kepada Allah SWT. Menurut Pak Ardiansyah yang memandu acara sujud syukur ini, wujud syukur itu ada 3, syukur dengan hati, dengan ucapan dan dengan perbuatan.

Setelah sujud syukur dilakukan prosesi sungkeman anak-anak kepada orangtua mereka, diiringi oleh pembacaan puisi yang sangat menyentuh oleh Ibu Andiena Bunga. Suasana mendadak penuh isak tangis dan rasa haru yang luar biasa. Terlihat di layar Zoom, betapa anak-anak itu menangis mencium tangan kedua orangtua mereka. Para guru dan undangan yang ikut hadir secara virtual pun banyak yang menitikkan air mata.

Melalui Pak Ivan Sopyan yang mewakili guru-guru, menyampaikan pesan kepada seluruh angkatan 14, "Jadilah seperti bintang, yang mampu memancarkan sinarnya sendiri dan jadilah seperti bulan yang mampu memantulkan cahanya untuk menerangi yang lainnya".

Selanjutnya acara diakhiri dengan pengumuman peraih Best Student untuk berbagai kategori akademik dan non akademik.  Setelah doa dan foto screenshoot bersama, acarapun berakhir dengan secercah doa dan harapan, agar anak-anak mampu mengarungi lautan kehidupan dengan tetap istiqomah, mampu menaklukan kehidupan berbekal ilmu dan taqwa dan membari manfaat pada sesama. Bravo! Selamat anak-anakku, kalian hebat dan akan selalu hebat di mata kami guru-guru kalian.**(erg)

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.