Hijrah di Masa Penuh Fitnah

Rangkaian kegiatan Tafakkur Tasyakkur Kemerdekaan dan Muharram 1442 H di Yayasan Asih Putera, yang digelar secara maraton dari mulai tanggal 14 Agustus 2020, diakhiri dengan acara puncak berupa Tabligh Akbar virtual yang menghadirkan penceramah dan juga akademisi yaitu Ustadz Dr. Aam Amirudin, M.Si. Tabligh Akbar yang digelar pada hari Kamis, 20 Agustus 2020 lalu diikuti secara virtual oleh lebih dari 400 peserta. Selain mendaftar secara individual banyak juga yang menontonnya melalui streaming Youtube secara berjamaah menggunakan satu akun pendaftar.

Dalam kata pengantarnya, Ketua Yayasan Asih Putera, Ir. H. Edi Sudrajat Ahmad mengatakan bahwa format peringatan Tahun Baru Islam di Asih Putera kali ini sangat berbeda dengan biasanya. Tahun-tahun sebelumnya, Yayasan Asih Putera selalu mengadakan perhelatan besar berupa kegiatan Kirab Muharram yang diikuti oleh ribuan peserta dan dimeriahkan dengan  berbagai kegiatan  pendukung yang mendatangkan massa besar, terutama di acara puncak yaitu Tabligh Akbar. Tahun ini, kita dipaksa oleh pandemi Covid-19 untuk lebih bertafakkur dan bersyukur.

Ketua Yayasan menegaskan, bahwa konsep hijah melalui pendidikan adalah untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang mendasar. Pendidikan yang berangkat dari rumah, adalah pendidikan karakter. Asih Putera berusha keras untuk mendesain pola pendidikan dengan basis rumah untuk membangun karakter anak-anak. Untuk memperkuat nilai-nilai di keluarga. Jadi hikmah besar dari pandemi  Covid-19 adalah kita bisa menyelami makna pendidikan karakter. Tahun ini akan kita jalani dengan lebih sederhana, lebih sabar dan selalu penuh syukur untuk melakukan lompatan-lompatan ke depan yang lebih baik lagi.

Prinsip Pendidikan

Mengawali ceramahnya, Ustadz Dr. Aam Amirudin, M.Si menyampaikan bahwa di tangan para penddiklah lahir orang-orang terbaik, yang akan berkontribusi untuk kejayaan dan kemakmuran bangsa ini. Para pendidik butuh supporting dari semua kalangan. Ketika kita diberi jalan untuk memberi support demi berjalannya dunia pendidikan, maka itulah karunia ternbesar yang diberikan oleh Allah SWT.

Di dalam pendidikan yang paling utama adalah keteladan. Secara prinsip, inti dari pendidikan ada tiga, yaitu bicara yang benar (secara konten dan cara), pembiasaan yang benar (pembentukan karakter dari rumah melalui pembiasaan orangtua di rumah) dan keteladan yang benar. Jika  ketiga prinsip ini  connected, otomatis akan ada keteladanan yg benar, dari situlah akan muncul anak didik yg hebat. Pendidik adalah para muajahid untuk melahirkan anak-anak yang hebat. Tapi apalah artinya ketika guru berjuang habis-habisan jika tidak ada gayung bersambut dari orang tua.

Deskripsi Hijrah

Inti hijrah adalah progres, adanya dinamika. Progres menuju ke arah yang lebih positif. Menurut ulama ada dua pengertian hijrah, pertama hijrah makani (fisik) yang bermakna  pindah dari satu tempat ke tempat lain yang lebih baik dan yang kedua adalah hijrah qolby (perilaku/tabiat) yang bermakna berpindahnya perilaku dari yang tidak islami ke perilaku islami.

Inti hijrah adalah move on, change ke arah positif dan  keluar dari zona nyaman! Hijrah itu tidak gampang! Alqur’an mendeskripsikan betapa tidak mudahnya melakukan hijrah, karena :

1.   Hijrah butuh pengorbanan (QS. An Nahl : 110)

Ketika kita akan melakukan hijrah maka akan menghadapi banyak ujian, sehingga kita harus bersungguh-sungguh dan bersikap sabar.

2.   Hijrah itu beresiko (QS. AL Hajj : 58)

Menurut deskripsi hijrah yang dijelaskan beberapa ayat di dalam Al Qur’an, orang-orang yang berhijrah sangat beresiko. Resiko difitnah, diadu domba, dihinakan, dibully bahkan resiko untuk dibunuh! Tetapi jangan pernah takut untuk melakukan hijrah, karena Allah menjanjikan untuk memberikan perlindungan dan rejeki yang lebih baik.

3.   Hijrah itu penuh Rahmat Allah (QS. At Taubah : 20)

Rahmat adalah kasih sayang Allah dan cinta Allah yang menyebabkan dosa-dosa kita diampuni. Allah akan mengampuni dosa-dosa seluruhnya, asalkan kita jangan pernah putuh asa dari rahmat Allah.

Allah akan memberikan keberuntungan bagi orang-orang yang mau berhijrah, seperti yang dijanjikan-Nya di QS. At Taubah : 20. Jika dimaknai, di dalam Al Qur’an setiap kali setelah penulisan kata hijrah pasti akan diikuti kata jihad, yang artinya sungguh-sungguh. Orang yang mau berhijrah dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan derajat yang tinggi di mata Allah dan akan Allah muliakan.

Sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak memberi manfaat. Karena dia bermanfaat maka dia akan dimulyakan oleh Allah dan juga akan dimulyakan oleh manusia. Pahami, kemulyaan seorang manusia itu bisa bermacam-macam kondisinya,

1). Ada yang mulyakan oleh Allah dan juga dimulyakan oleh manusia.   2).  Ada yang dimulyakan Allah tapi tidak dimulyakan (dihinakan)  oleh manusia.   3). Ada yang dimulyakan manusia tapi  dihinakan oleh Allah.  4).  Ada yg dihinakan oleh Allah dan juga dihinakan oleh manusia.  

Masa Penuh Fitnah

Fitnah dlm bahasa Indonesia artinya musibah/ujian atau peristiwa yang tidak menyenangkan. Saat ini kita hidup di masa pandemik covid-19 yang telah merubah tatanan hidup secara revolusioner. Melakukan hijrah di masa fitnah atau masa penuh ujian memiliki tantangan tersendiri (QS. 64 : 15, QS.2 : 156).

Musibah fitnah bisa menjadi murkanya Allah tapi juga bisa sebagai salah satu cara Allah unuk menyeleksi manusia-manusia terbaik (QS.Al Ankabu : 2-3). Kita harus bisa menjadikan fitnah/musibah sebagai media seleksi agar hidup lebih baik.

Bagaimana cara kita menyikapi fitnah dalam kehidupan kita? Pertama,  adalah kita harus selalu menerima setiap musibah dengan ridho dan rasa syukur, harus lapang hati sehingga energi kita akan melimpah. Kedua, memanjatkan doa sebagimana dicontohkan oleh nabi Ayub yang selalu berdoa meminta kekuatan kepada Allah. Ketiga, mau beradaptasi dengan fitnah. Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum kecuali kaum itu yang mau berusaha mengubah kondisi mereka sendiri. Bagaimana berupaya mencari solusi terbaik untuk setiap persoalan yang ada (QS. Ali Imran : 200).

Lantas bagaimana cara kita untuk bisa ridho dan selalu penuh syukur? Manusia bersikapdan berucap tergantung apa-apa yang masuk ke dalam pikirannya (QS. Az Zumar : 18).  Kita harus jadi orang yang banyak mendengarkan nasihat kebaikan, kekuatan kata-kata yang memotivasi, mengikuti yang terbaik bukan hanya pandai mendengarkan tapi juga pandai untuk mengamalkan. Orang yang sering mendengarkan nasehat-nasehat yang baik akan dia ikuti, maka lisan dan perilakunya akan lebih baik,  selalu berpikiran jernih serta cerdas.

Bagaimana supaya hijrah kita istiqomah? Kita butuh tekad kuat dan dukungan lingkungan. Kita harus bisa menciptakan atmosfer yang mendukung. Karena manusia adalah makhluk yang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, walaupun ujung-ujungnya kembali kepada kita tetapi tidak bisa dinafikan bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.

Bagaimana cara melatih kesabaran diri? Sadari setiap yang ada dalam genggaman adalah titipan. Sering-seringlah mendengarkan naseihat dan melaksanakan nasihat tersebut. Manusia itu butuh nasehat. Ilmu sabar adaah ilmu yang tidak ada tamatnya, ilmu sabar samapi ke akhir hayat! (QS. Ali Imron : 200).  Imn itu mengalami fluktuasi, naik dan turun. Fluktuasi iman apakah dikatakan hijrah? Naik turunnya iman yang memenuhi kategori hijrah adalah jika kenaikan dan penurunannya bersifat progresif, bukan degradatif. Naik dan turun iman itu normal, tetapi harus semangat untuk selalu menjadi lebih baik, segingga averagenya harus bertumbuh. Hijrah adalah konsep perubahan ke arah yg lebih bagus. Hijrah setiap saat bisa dilakukan!

Akhirnya, apakah tips atau langkah-langkah yang harus dilakukan supaya bisa berhijrah?Manusia itu makhluk yang sangat unik, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Manusia itu sangat dipengaruhi oleh historis, manusia itu punya tabiat yang terbentuk secara genetik tapi juga dipengaruhi oleh lingkungannya. Karena uniknya itu, manusia mudah berubah dan labil dalam imannya. Karenanya untuk menjaga supaya tetap istiqomah dalam berhijrah, maka seringlah mendengar nasehat yang bagus, carilah lingkungan yang bagus dan dan teruslah mengulang-ulang perkataan yang baik, karena istiqomah terbentuk dari perkataan yang berulang-ulang.

Sebagai guru harus amanah menjadi aktivis pendidikan, supaya dimulyakan oleh Allah dan juga oleh manusia. Jadilah guru yang ideal seperti halnya di zaman sahabat, yaitu jika bicara selalu benar sesuai kaidah keilmuan, antara bicara dan kelakukan harus selaras dan selalu memberi jejak yang bagus serta keteladanan yang baik. Wallahu ‘alam bisshowab.* (erg)

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.