Program Matrikulasi Madrasah Asih Putera

Pembelajaran Jarak Jauh Jun 23, 2020

Menghadapi tahun ajaran baru 2020 – 2021 di tengah masa pandemi Covid-19, memerlukan sebuah strategi baru, dalam memberikan layanan pendidikan maksimal kepada siswa di lingkungan madrasah Asih Putera melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

Tentu saja bukan sekedar menyampaikan apa yang harus dilakukan siswa dengan instruksi dari guru, namun lebih dari itu diharapkan siswa akan mampu belajar mandiri, mengeksplor rasa ingin tahunya, mampu berpikir kritis dan analitis serta mampu membuat sebuah projek atau produk dari hasil belajarnya yang bisa dipresentasikan di hadapan guru dan teman-temannya untuk melatih rasa percaya dirinya.

A. Tujuan

Program Matrikulasi bertujuan membiasakan dan mengasah siswa dalam keterampilan berfikir kritis, kreatif, analitis, dan sintesis. Karena di era digital sekarang ini, di luar sana, melalui berbagai media bertebaran sumber-sumber ilmu dan pengetahuan. Itu semua hanya dapat dimanfaatkan secara produktif oleh siswa yang memiliki keterampilan berfikirkritis, untuk dapat menimbang dan menyaring mana sumber yang sahih dan dapat dijadikan rujukan, mana yang tidak. Demi melatih kemampuan berpikir kreatif, analitis, dan sintesis, siswa ditantang untuk memecahkan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan merekamelalui modul-modul yang akan diberikan.

Outcome program Matrikulasi adalah meningkatnya kemampuan anak belajar secara mandiri, meningkatnya rasa ingin tahu siswa pada peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya, serta tumbuhnya rasa percaya diri dari munculnya kemampuan dalam memecahkan masalah.

B. Waktu Pelaksaaan

Program matrikulasi akan berlangsung minimal 3 bulan, dengan memanfaatkan masa pandemic Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran berlangsung secara jarak jauh. Pembelajaran matrikulasi akan dilaksanakan di awal tahun ajaran baru 2020/202, terhitung mulai hari Senin, tanggal 29 Juni 2020. Insya’ Allah.

C. Materi Pembelajaran

Selama matrikulasi siswa akan mempelajari 4 ilmu alat, yakni:

1. Alqur’an

Dimulai dari memperbaiki bacaan Alqur’an berbasis metoda Qiroati. Dengan metode Qiroati siswa akan diajak berlatih berfikir dan mengasah keterampilan analisisdan sintesis. Jika membaca Alqur’an sudah dapat dikuasai, yakni dengan bacaan yang tartil dan mujawwad, dan membacanya menjadi kebutuhan dan pengalaman yang menyenangkan, tahap berikutnya adalah memahami arti dan maknanya. Bersamaan dengan itu adalah bagaimana menyerap nilai-nilanya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Logika Matematika

Penting untuk kita paham bahwa banyak persoalan dapat lebih mudah dicarikan solusinya jika sudah ( dapat) dirumuskan dalam bahasa matematika.

Merumuskan sebuah persoalan ke dalam bahasa matematika adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS, high order thinking skill). Keterampilan ini perlu dilatihkan secara bertahap dan berkesinambungan agar siswa terbiasa berpikir secara logis matematis.

3. Kreativitas Bahasa

Semua pikiran dan gagasan, atau yang lebih sederhana, keinginan dan harapan, hanya dapat disampaikan dengan baik jika dapat diungkapkan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Kreativitas Bahasa melatihkan keterampilan berbahasa dengan cara yang menyenangkan. Ia berisi aktivitas yang mengakrabkan siswa pada ragam ekspresi bahasa: pidato, presentasi, bercerita; menulis esai, cerita, puisi, pantun, surat, atau laporan; membuat komik, gambar bercerita, scenario drama atau film pendek, dll.

Penguatan otot kreativitas berbahasa adalah membaca. Gizi sebuah bacaan, apa pun bentuk bacaan itu, terletak pada keluasaan wawasan penulisnya. Program “sepekan membaca 1 buku” akan menjadikan membaca sebagai menu wajib keseharian siswa.

4. Wawasan Bahasa

Wawasan Bahasa berisi wacana atau informasi menarik tentang topik dari suatu mata pelajaran (mapel). Bagian akhir dari wacana adalah lontaran (sejumlah) pertanyaan untuk didiskusikan. Penting untuk membangun persepsi positif mapel pada siswa. Bahwa mapel itu dekat dengan keseharian siswa. Melalui paparan dari wacana itu siswa menjadi lebih tahu dan atau tahu lebih mendalam tentang sesuatu yang lumrah ditemui dalam keseharian mereka. Mapel harus dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap apa yang ada di sekelilingnya.

Pertanyaan yang dilontarkan bukan tentang menjelaskan ulang bacaan akan tetapi melemparkan sebuah masalah (baru) yang jawabannya diperoleh dari kepiawaian dalam menganalisis dan atau mengambil pelajaran dari wacana yang dibacanya.

Jawabannya bersifat terbuka. Sangat mungkin siswa didorong atau terdorong untuk mendiskusikan jawaban ini dengan orangtua dan atau kakaknya.

5. Projek Pribadi

Projek pribadi berkaitan dengan minat siswa yang didukung oleh keberadaan fasilitas yang ada di rumahnya masing-masing. Projek pribadi siswa diawali dengan proses diskusi tentang “apa” yang akan dikerjakan. Ketika gagasan tentang sebuah projek sudah selesai didiskusikan, maka mentor mengarahkan anak untuk membuat proposal sederhana ihwal projek itu.

Bimbingan mentor sangat diperlukan agar motivasi anak tetap terjaga hingga projeknya selesai (tuntas).

D. Metoda Pembelajaran

Selama masa Matrikulasi, berlaku pembelajaran jarak jauh (PJJ). Materi pembelajaran berupa modul akan dikirimkan kepada siswa berupa softcopy atau jika diperlukan berupa hardcopy. Pembelajaran berlangsung Senin - Jumat setiap pekan. Dalam proses belajar mandirinya, setiap siswa akan didampingi oleh seorang Mentor, yakni salah seorang guru di sekolahnya. Mentor akan menyapa siswa di setiap hari kerja, menanyakan kabar tentang perkembangan belajarnya.

Portofolio hasil belajar siswa dikumpulkan kepada mentornya. Diluar tugas-tugas PJJ-nya, siswa juga akan ditanya tentang tugas baktinya kepada orangtuanya di rumah. Pekerjaan rumahan apa yang rutin dikerjakannya, dan bagaimana pelaksaan tugas kewajiban pribadinya untuk menjaga kebersihan diri dan kamarnya.

E. Mentor

Selama kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) siswa akan dibimbing dan diarahkan oleh seorang Mentor. Seluruh tugas manajer kelas, seperti: mengelola administrasi kelas (baca: para mentee), berkomunikasi dengan ortu dan anak, memberikan bahan ajar, memotivasi anak, dan memberikan penilaian hasil belajar anak -- menjadi tugas seorang mentor.

Yayasan Asih Putera melalui satuan pendidikan yang ada, akan selalu memberikan layanan terbaik untuk para siswa dengan selalu mengembangkan model-model pembelajaran yang kreatif, inovatif dan mengacu pada kebutuhan siswa sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi saat ini.**(esa)

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.