“Sedekah Membuat Bahagia” | Resume Webinar Asih Putera

Keharusan di rumah saja karena pandemi Covid-19, tidak boleh menyurutkan semangat kita dalam hal tholabul ‘ilmi. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, majelis-majelis ilmu tetap bisa dilaksanakan dan kita ikuti. Belum lama ini, tepatnya tanggal 19 Mei 2020 yang baru lalu, Yayasan Asih Putera kembali menggelar sebuah webinar yang kali ini diperuntukkan untuk seluruh guru dan staf di Yayasan Asih Putera.

Menjadi nara sumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Abdullah Syifa Bunana, M.B.A, Direktur Badan Wakaf dan Filatropi Asih Putera, yang membawakan tema “Sedekah Membuat Bahagia”. Tema yang sangat pas, disaat banyak hati yang galau dan penuh dengan kekhawatiran di tengah pandemik yang entah kapan akan berakhir ini.

Hati adalah Panglima

Selama ini kita terlanjur terdoktrin bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat (men sana in corpore sano). Padahal di dalam prinsip Islam, Jika hati sehat maka jasad/seluruh tubuh akan sehat! Sesuai dengan bunyi hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Ingatlah di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik pula seluruh jasad. Jika ira rusak, maka rusak pula seluruh jasad.”

Karenanya seorang muslim wajib untuk menjaga hatinya agar selalu sehat. Hati adalah ibarat panglima di dalam tubuh kita. Pepatah good food is good mood tidaklah tepat, karena poinnya adalah ketika hati kita sehat maka jasad kita akan sehat.

Cara Menjaga Hati Supaya Sehat

Di tengah kondisi dan situasi yang penuh kekhawatiran seperti sekarang ini, sangat penting bagi kita untuk bisa menjaga hati kita supaya tetap sehat yang akan berdampak pada sehatnya jasad kita. Bagaimana caranya kita menjaga hati kita supaya selalu sehat?

Mata dan telinga adalah jalan masuknya informasi kepada kita. Karenanya kita perlu menjaga sumber informasi yang masuk melalui penglihatan dan pendengaran. Karena apa yang dilihat dan didengar akan mempengaruhi kondisi hati kita. Informasi yang positif akan membuat suasana hati kita positif, begitupun sebaliknya. Jadi perbanyaklah untuk mengonsumsi informasi-informasi yang positif saja. Karena bisa dikatakan, bahwa informasi yang masuk melalui penglihatan dan pendengaran adalah salah satu makanan hati!

Lalu apalagikah makanan hati itu? Selain berdzikir dengan selalu mengingat kepada Allah yang akan membuat hati kita tenang, maka “berbagi” adalah salah satu makanan hati yang akan membuat hati/jiwa kita bahagia.

Mengapa Berbagi Membuat Bahagia?

Mengapa berbagi bisa membuat hati kita bahagia? Karena berbagi itu tanda cinta. Kita memberi sesuatu pada seseorang pasti didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang. Lalu bagaimana supaya hati kita selalu penuh dengan cinta?

Untuk menumbuhkan cinta di hati kita awali dengan banyak bersyukur dan mengakui segala nikmat yang  Allah berikan kepada kita. Allah itu memiliki sifat Ar Rahman dan Ar Rahiim kepada kita semua, sangat penyayang dan pengasih kepada seluruh manusia (QS. Al Baqoroh : 143).  Ketika cinta berlimpah dalam hati kita, maka kita akan bagikan cinta itu kepada orang lain.

Berbagi/sedekah itu akan membuat hati kita bahagia, karena kita memberikan cinta/kasih sayang kepada orang lain.  Berbagi itu dapat memunculkan hornon endorfin/ hormon bahagia yang bisa membuat kecanduan/ketagihan pada seseorang, candu untuk berbagi dan membahagiakan diri sendiri dan orang lain.

Analoginya, jika ada perusahaan yang memberikan gaji di awal bulan sebelum seseorang mulai bekerja, maka tentu akan menumbuhkan sebuah motivasi, untuk bekerja yang terbaik dan ada rasa malu jika tidak bekerja dengan baik karena sudah diberi gaji di awal sebelum kita berkarya. Nah, sesungguhnya Allah itu sudah memberi kita dengan berjuta nikmat sebelum kita melakukan apapun untuk berterimakasih pada-Nya, yaitu dunia dan seisinya, memberi kita udara untuk bisa bernafas. Sesungguhnya Allah itu kepada manusia sangat penyantun dan pengasih.

Kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati. Ketika kita bangun dari tidur kita dalam keadaan sehat, aman  dan masih memiliki makanan untuk hari itu, maka itu seperti kita memiliki dunia. Ketika kita memberi dan berbagi, untuk membuat hati kita bahagia maka jangan pernah diingat-ingat! Nasihat ulama, ketika kita beramal jangan diingat-ingat, lakukan, lupakan!!

Visi YAP : Lebih Besar dan Manfaat

Jika kita melihat banyak badan zakat dan wajaf yang saat ini kondisinya sudah sangat besar dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat dalam mengelola dana zakat juga wakaf masyarakat, maka Yayasan Asih Putera melalui Badan Wakaf dan Filatropi Asih Putera memiliki cita-cita yang tinggi, untuk menjadi lebih besar dan  bisa memberi manfaat lebih banyak kepada masyarakat.

Bayangkan jika ZISWAF yang dikelola Asih Putera telah berkembang menjadi besar, maka akan ada 10.000 siswa yang bersekolah gratis di seluruh madrasah Asih Putera, atau ada 10.000 keluarga yang mendapat paket sembako. Alangkah bahagia hati kita semua jika kita bisa mewujudkan cita-cita membesarkan Badan Wakaf dan Filantropi Asih Putera ini.  Penting sekali bagi kita untuk membangun kepercayaan masyarakat agar mereka mau berbagi/bersedekah melalui Badan Wakaf dan Filantropi Asih Putera,   dengan melaksanakan amanah yang dititipkan secara terkelola dengan baik dan transparan. Karenanya, marilah kita biasakan untuk berbagi/bersedekah melalui Badan Wakaf dan Filantropi Asih Putera untuk meraih kebahagiaan hakiki kita.

Jika kita ingin ikhlas dalam bersedekah, cukuplah hanya kita dan Allah saja yang tahu. Bahagia adalah impian setiap orang, karenanya mari kita raih kebahagiaan hakiki kita dengan berbagi/bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Mulailah dari sekarang!(ERG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *