Seminar Online Educha Asih Putera | Let’s Talk About Do & Don’t in Pandemic Covid-19

Pandemik Covid-19 sudah sampai ke tahap yang sangat membahayakan tatanan kehidupan dunia. Lebih dari 200 negara di dunia terpapar virus ini. Korban meninggal karena keganasan virus ini sudah melebihi angka seratus ribu orang di seluruh dunia. Kecemasan yang berlebihan bisa memunculkan stress bahkan depresi yang tentu saja dapat menurunkan imunitas tubuh kita, sehingga virus  dapat dengan mudah menginfeksi kita. Yang perlu diketahui oleh kita saat ini adalah tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan, supaya tidak terinfeksi Covid-19 ini.

Dewi Nurlaeni, dr. CI. Dipl. CIBTAC

Educha Asih Putera, yang merupakan salah satu unit kerja di bawah Direktorat Inkubasi dan Amal Usaha Yayasan Asih Putera, pada tanggal 20 April 2020 yang baru lalu menginisiasi sebuah seminar secara online untuk seluruh entitas di lingkungan Asih Putera. Seminar bertajuk “Let’s Talk about Do & Don’t in Pandemic Covid-19” menghadirkan narasumber Dewi Nurlaeni, dr. CI. Dpl. CIBTAC yang juga merupakan dokter penanggungjawab Klinik Asih Putera. Seminar online ini dipandu oleh moderator Hafidz Muhammad Noor Esa yang merupakan manager Educha. Adapun peserta seminar online yang diikuti sekitar 90 orang peserta dengan menggunakan aplikasi google meet ini berasal dari unsur guru, manajemen, staf dan orangtua siswa.

Dr. Dewi yang merupakan pengurus di IDI Kota Cimahi menyampaikan dengan detail bahkan dengan sebuah ilustrasi kasus tentang bagaimana seseorang bisa terinfeksi covid-19 dan menginfeksi orang lain karena ketidakmengertian terhadap prosedur penanganan virus Covid-19 ini. Akibat ketidaktahuan tersebut, seseorang yang sudah terinfeksi tapi belum atau bahkan tidak menunjukkan gejala bisa menyebabkan puluhan orang lain terinfeksi dengan cepat. Karena penyebaran Covid-19 ini relatif sangat cepat dan mudah, yaitu melalui droplet (tetesan air liur) dari yang terinfeksi. Droplet ini akan menyebar apabila penderita melakukan batuk, bersin atau berbicara dengan jarak dekat.

Kunci untuk menghentikan penyebaran  virus Covid-19 ini, adalah melakukan Social Distancing dan Physical Distancing. Menjaga jarak aman saat berkomunikasi dengan siapapun minimal 1,5 meter. Melakukan social distancing atau physical distancing ini tidak hanya pada saat di luar rumah, tapi juga dilakukan di dalam rumah, maka kita akan dapat melindungi keluarga kita dari paparan virus ganas ini.

Dokter cantik peraih Best Inspiring & Creativity Women Award Category Women in Healthy ini menjelaskan bahwa ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang telah melakukan rapid test dan hasilnya negatif belum tentu aman dan bebas dari virus, karena secara prosedur tetap (protap) harus dilakukan rapid test kedua seminggu kemudian untuk memastikan benar-benar negatif atau positif. Walaupun hasil rapid test pertama negatif, yang bersangkutan tetap harus menjalani prosedur penanganan layaknya sudah terinfeksi dengan melakukan self quarantine (karantina mandiri), selalu menggunakan masker, tidak melakukan kontak atau komunikasi dengan orang lain dalam jarak dekat untuk menghindari penularan.

Dokter Dewi menegaskan, bahwa Dokter dan Tenaga Medis lainnya bukanlah orang yang berada di garda depan dalam menangani keganasan Covid-19 ini, tapi justru mereka adalah orang-orang yang berada di garda paling belakang, dimana ketika seseorang sudah benar-benar terinfeksi dan memerlukan penanganan medis. Orang yang berada di garda paling depan adalah kita semua. Setiap individu harus memiliki kesadaran penuh bagaimana secara bersama-sama menghentikan penyebaran virus ini dengan melakukan beberapa prosedur secara ketat, antara lain:

  1. Diam di rumah, hindari kerumunan atau pergi ke luar rumah yang tidak sangat perlu.
  2. Selalu menggunakan masker, memakai hand sanitizer dan membiasakan cuci tangan dengan sabun di air mengalir sesering mungkin.
  3. Pola hidup sehat dengan selalu mengkonsumsi makanan bernutrisi dan bergizi seimbang, konsumsi vitamin  C, E dan D secara proporsional untuk membantu menjaga imunitas tubuh kita.
  4. Berjemur di sinar matahari antara pukul 08.00 – 10.00, sekitar 10 – 15 menit saja. Berjemur bukanlah untuk mematikan virus, tapi untuk meningkatkan imunitas tubuh kita untuk mendapatkan  vitamin D dengan bantuan sinar UV-B.
  5. Berolahraga setiap hari sekitar 30 menit dan banyak minum air putih.
  6. Hindari kecemasan yang berlebihan (psikomatis)! Karena kecemasan dapat menurunkan imunitas tubuh kita.

Sesi akhir dari seminar online selama sekitar 1,5 jam ini adalah tanya jawab. Para peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan melalui laman chatt di google meet ini. Kita berdoa, semoga pandemik ini segera berakhir, sehingga kita bisa kembali ke kehidupan yang damai, tentram dan bebas dari  kecemasan.  Dan kita semua dapat melaksanakan tugas dan kewajiban kita sesuai perannya masing-masing dengan baik.(ERG)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *