Virtual Graduation Angkatan-17 MTs Asih Putera “Ketika gurumu tak bisa memelukmu”

Jun 10, 2020

Pandemi Covid-19 memang luar biasa berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan manusia di seluruh dunia. Termasuk dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di lingkungan Yayasan Asih Putera. Setelah pembelajaran yang dilakukan di rumah melalui pembelajaran berbasis daring/online, ternyata melepas siswa kelas akhirpun hanya bisa dilakukan dengan cara yang sama.

Kalau biasanya, acara wisuda kelas 9 di MTs Asih Putera akan digelar secara gebyar dan besar-besaran, dan menjadi saat yang sangat dinanti-nantikan oleh para siswa kelas akhir, maka sekarang semua berubah strategi secara total. Tak ada lagi wajah cantik berkebaya dan wajah ganteng berbinar dengan pakaian formal mereka saat diwisuda, tak ada lagi jabat tangan dan pelukan haru saat saling ikhlas melepaskan kebersamaan. Semuanya berubah.. mau tak mau, harus berubah. Kita tak bisa lagi berpikir dengan cara biasanya, saat ini kita hanya bisa berpikir bagaimana sebaiknya!

Angkatan-17 MTs Asih Putera adalah angkatan emas. Angkatan istimewa, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Yayasan Asih Putera, Ir. H. Edi Sudrajat Ahmad dalam sambutannya. Menurutnya, angkatan-17 adalah angkatan yang tetap tegar menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di tengah pandemi, menjadi angkatan pertama yang mengalami bebas Ujian Nasional, menjadi angkatan pertama yang memahami bahwa belajar tidak melulu harus di ruang kelas bersama seorang guru, karena ilmu bisa dicari dimanapun dan kapanpun, untuk memenuhi rasa ingin tahu kita.

Wisuda angkatan-17 MTs Asih Putera telah dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 5 Juni 2020 yang lalu, secara virtual menggunakan menggunakan aplikasi ruang virtual Zoom. Sebanyak 116 siswa bersama dengan orangtua, guru dan undangan serta pengurus Yayasan Asih Putera ‘hadir’ mengikuti kekhidmatan acara yang sangat mengharu biru itu dari tempatnya masing-masing. Kepala Madrasah Novi Suwandani, tak mampu menahan harunya saat memberikan sambutan di awal acara yang dikemas begitu apik oleh guru-guru kreatif di MTs Asih Putera. Novi mengatakan, angkatan-17 adalah angkatan  yang bertemu dengan pelukan tapi berpisah tanpa jabat tangan. Namun keindahan ukhuwah dan keterikatan batin bukan semata karena bersatu secara fisik. Dengan suara yang tersendat menahan haru, Novi berpesan, agar anak-anak selalu istiqomah dalam ibadah, berpegang teguh pada agama Allah, menyayangi sesama, mampu menjaga nama baik almamater, berbakti dan menjadi kebanggaan orang tua.

Acara wisuda kelas 9 angkatan-17 ini berjalan runut tanpa kendala yang berarti, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang sangat.. sangat menyesakkan dada. Selain itu ada rekaman persembahan kolaborasi siswa dan guru membawakan lagu Heal the World, live para siswa yang walaupun berada di rumah masing-masing tetap mengenakan seragam batik khas Asih Putera menyanyikan lagu Hymne Guru yang sangat menyentuh hati, membuat para guru yang hadir baik secara live di kampus MTs Asih Putera dan juga virtual banyak yang meneteskan air mata.  Sebuah puisi indah dibawakan oleh salah seorang siswi dengan sangat menyentuh, terlihat banyak peserta wisuda yang menghapus air matanya karena haru.

Kerja keras para guru yang tidak ingin melepas para siswa angkatan-17 begitu saja, terlihat dari tetap dilakukannya acara pelantikan siswa, dengan menyebutkan nama siswa satu persatu dan memunculkan foto wajah mereka mengenakan toga dalam format photoshop. Juga tetap dilakukan pemilihan best student berdasarkan penilaian banyak aspek selama siswa tiga tahun menimba ilmu di MTs Asih Putera. Sungguh sebuah kreativitas tanpa batas, ketika kita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan normal baru di tengah pandemi yang masih mengintai.

Ada perwakilan sambutan dari siswa dan Ketua POM angkatan-17 dalam acara wisuda virtual ini. Yang intinya mereka menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ketua Yayasan dan juga guru-guru MTs Asih Putera yang telah mendidik dan membimbing dengan sabar dan penuh keikhlasan. Teriring doa agar Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan.

Di penghujung acara, sebuah doa yang sangat menyentuh dan membuat peserta banyak yang melelehkan airmata disampaikan oleh guru Tafaquh Fiddin, Syarif Arifin. Dalam doanya, disampaikan pesan agar anak-anak selalu berbakti dan patuh kepada orangtua, jangan sampai membuat orangtua meneteskan airmata akibat ulah kita, karena Allah akan murka! Keberkahan Allah akan tercabut ketika orangtua sudah tidak ada lagi. Karenanya perbaiki akhlak, teruslah bersikap baik, teruslah beramal sholeh dan bergaul dengan orang-orang sholeh.

Selamat untuk Angkatan-17 MTs Asih Putera, angkatan emas yang sangat istimewa. Semoga kalian tetap istiqomah dalam mengarungi kehidupan baru kalian di jenjang pendidikan berikutnya. Ingatlah selalu nasihat guru-gurumu, walaupun mereka tak bisa melepas kepergianmu dengan memelukmu. Yakinlah, cinta mereka akan selalu ada untukmu** (ERG)

Catatan : edisi lengkap prosesi Virtual Graduation Angkatan-17 MTs Asih Putera dapat dilihat di link berikut,  http://bit.ly/wisuda-angkatan-17

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.